Sama-sama Menyenangkan Investor, Ini Beda Dividen Interim dan Dividen Final

Ilustrasi bursa efek dan kurs Rupiah. Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Ketika perusahaan menghasilkan laba dan mengakumulasi laba ditahan, laba dapat diinvestasikan kembali dalam bisnis atau dibayarkan kepada pemegang saham sebagai dividen. Dividen adalah keuntungan yang ditinggu-tunggu pemegang saham, baik melalui dividen interim juga dividen final. 

Direksi mengumumkan dividen interim dengan catatan mendapat persetujuan pemegang saham. Sedangkan dividen normal atau dividen final dipilih dan disetujui pada rapat umum pemegang saham tahunan setelah pendapatan dan laba diketahui. Sehingga, dividen interim menjadi pembayaran dividen yang dilakukan sebelum rapat umum tahunan perusahaan dan rilis laporan keuangan final.

Dividen ini diumumkan biasanya menyertai laporan keuangan internim perusahaan, sering dibayarkan setiap setengah tahun. Dividen internim biasanya lebih kecil dari dua pembayaran kepada pemegang saham.

Secara lebih rinci, laman wallstreetmojo menjelaskan beberapa persamaan dan perbedaan antara dividen interim dan dividen final:

Ilustrasi bursa saham. ANTARA
 

Lebih Signifikan
Dividen final umumnya lebih signifikan daripada dividen interim. Perusahaan cenderung konservatif selama mendapatkan laporan tahunan pendapatan dan pengeluaran. Setelah mengetahuinya, perusahaan memilih untuk menahan sebagian untuk kebutuhan bisnis mendatang, sisanya dibagikan kepada para pemegang saham sebagai dividen final. 

Bisa Dibatalkan
Dividen final dan interim dapat dibayarkan dalam bentuk tunai dan saham, meskipun begitu keduanya memiliki beberapa perbedaan utama. Dividen interim dapat dibatalkan dengan persetujuan pemegang saham, namun dividen final tidak dapat dibatalkan setelah disetujui dan menjadi kewajiban perusahaan untuk membayar dividen final.

Anggaran Dasar
Dividen interim memerlukan ketentuan dalam anggaran dasar perusahaan, namun tidak ada ketentuan seperti itu untuk dividen final. Dividen final diumumkan setelah laba ditentukan, tetapi perusahaan membayar dividen interim dari laba ditahan, bukan laba saat ini. 

Laba ditahan juga dapat dianggap sebagai laba yang tidak dibagikan, perusahaan biasanya membayar dividen interim setiap tiga bulan atau enam bulan sebelum akhir tahun. 

BALQIS PRIMASARI 

Baca juga: GMF Aero Asia Tidak Bagi Dividen karena Masih Merugi di Tahun 2021






Investasi Saham atau Obligasi? Di Tengah Ancaman Rupiah Terus Melemah dan BI Rate Naik

8 jam lalu

Investasi Saham atau Obligasi? Di Tengah Ancaman Rupiah Terus Melemah dan BI Rate Naik

Kinerja instrumen investasi saham diperkirakan para pakar bakal lebih baik dibandingkan pasar obligasi pada sisa kuartal IV/2022.


IHSG Diperkirakan Menguat ke level 7.100, Samuel Sekuritas Soroti Saham ADRO dan BBCA

9 jam lalu

IHSG Diperkirakan Menguat ke level 7.100, Samuel Sekuritas Soroti Saham ADRO dan BBCA

Analis dari PT Samuel Sekuritas Indonesia M Alfatih memperkirakan kenaikan IHSG di atas 7.100 akan mengakhiri channel turun dalam 3 minggu terakhir.


Geely Beli Saham Aston Martin yang Lagi Merugi

1 hari lalu

Geely Beli Saham Aston Martin yang Lagi Merugi

Geely sudah lama tertarik dengan Aston Martin. Akuisisi ini mengakhiri beberapa tahun upaya membeli saham perusahaan Inggris itu.


Profil Handojo Santosa, Direktur Utama Japfa yang Dimakamkan Hari Ini 1 Oktober 2022

2 hari lalu

Profil Handojo Santosa, Direktur Utama Japfa yang Dimakamkan Hari Ini 1 Oktober 2022

Direktur Utama Japfa Handojo Santosa meninggal, dan hari ini dimakamkan di Sentosa Memorial Garden. Ini profil bos Japfa.


Kaesang Pangarep Cerita Bertemu Lo Kheng Hong, Siapakah Pak Lo Ini?

2 hari lalu

Kaesang Pangarep Cerita Bertemu Lo Kheng Hong, Siapakah Pak Lo Ini?

Kaesang Pangarep menceritakan pernah bertemu Lo Kheng Hong pada 2019. Siapakah sosok yang akrab disapa Pak Lo ini?


Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

2 hari lalu

Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing keluar bersih senilai Rp8,48 triliun selama periode 26-29 September 2022.


Ketidakpastian Ekonomi Dunia Bayangi Laju IHSG, Dua Sektor Berikut Bisa Dipertimbangkan

3 hari lalu

Ketidakpastian Ekonomi Dunia Bayangi Laju IHSG, Dua Sektor Berikut Bisa Dipertimbangkan

IHSG masih berpeluang mencetak rekor all time high baru pada kuartal IV/2022 meski masih dibayangi ketidakpastian global.


IHSG Ditutup Melemah, Indeks Sektor Teknologi dan Transportasi Terjun Bebas

4 hari lalu

IHSG Ditutup Melemah, Indeks Sektor Teknologi dan Transportasi Terjun Bebas

IHSG menutup sesi di level 7.036 atau -0,57 persen lebih rendah daripada angka penutupan Rabu, 28 September kemarin di angka 7.077,0.


IHSG Melemah ke 7.069,8 di Sesi Pertama, Samuel Sekuritas Sebut 2 Indeks Sektoral Menguat

4 hari lalu

IHSG Melemah ke 7.069,8 di Sesi Pertama, Samuel Sekuritas Sebut 2 Indeks Sektoral Menguat

IHSG menutup sesi I di level 7.069,8 atau 0.1 persen lebih rendah dari angka penutupan Rabu di level 7,077,0.


Samuel Sekuritas: IHSG Jatuh ke Zona Merah, Sektor Industri Dasar Melemah Paling Dalam

5 hari lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Jatuh ke Zona Merah, Sektor Industri Dasar Melemah Paling Dalam

IHSG menutup sesi di level 7.077,0 atau 0,49 persen lebih rendah daripada angka penutupan Selasa, 27 September 2022 di level 7.112,4.