Alasan OJK Dorong Bank Segera Beralih dari Layanan Lama ke Digital

Logo OJK. wikipedia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau perbankan untuk beralih dari layanan konvensional ke digital. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan transformasi digital di sektor perbankan adalah sebuah keniscayaan.

“Mencermati hal ini, menjadi keharusan bagi perbankan untuk melakukan digitalisasi pada semua aspek termasuk aktivitas core-banking baik pada fungsi front-office, middle-office, dan back-office, serta mengubah proses transaksi dari analog channels menjadi digital channels,” ujarnya kemarin, 5 Agustus 2022. 

OJK melihat tuntutan akselerasi digital di sektor perbankan menjadi keharusan dan awal bagi masa depan. Apalagi, Pandemi Covid-19 telah mendorong adanya perubahan pada berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dalam berkegiatan, termasuk bertransaksi. 

Dian menyebut perkembangan teknologi dan keuangan secara revolusioner ini telah meningkatkan minat masyarakat untuk merasakan pengalaman digital dalam setiap interaksinya dengan perbankan. Perubahan lingkungan bisnis yang dinamis juga memberikan dampak digitalisasi, yang semakin menuntut bank untuk lebih berorientasi ke arah pelanggan. 

“Tuntutan inovasi dan kelenturan dalam menyajikan produk dan layanan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan nasabah menjadi keharusan," katanya. 

Dengan pola ini, nasabah dapat merasakan pengalaman digital banking yang unik. Dinamika-dinamika tersebut, kata Dian, memberikan efek rembetan pada inovasi konektivitas dan kolaborasi bank

Dian mengimbuhkan, paradigma closed banking yang sebelumnya menjadi dogma perbankan telah berubah menjadi open banking. Bank kini memanfaatkan berbagai infrastruktur pendukung, seperti antarmuka pemrograman aplikasi atau Application Programming Interface (API), komputasi awan, kecerdasan artifisial, hingga pembelajaran mesin. 

Baca juga: Ekonomi Kuartal II 2022; Bali dan Nusa Tenggara Tumbuh Paling Lambat, Maluku Papua Tertinggi

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Indonesia Properti Expo 2022, BTN Bidik Izin Prinsip KPR Rp 2,5 T

1 hari lalu

Indonesia Properti Expo 2022, BTN Bidik Izin Prinsip KPR Rp 2,5 T

BTN menargetkan meraih potensi izin prinsip kredit pemilikan rumah (KPR) sekitar Rp2,5 triliun.


Jumlah Investor Melonjak 370 Persen, Bos OJK: Jangan Hanya Kejar Yield Tinggi Tanpa...

2 hari lalu

Jumlah Investor Melonjak 370 Persen, Bos OJK: Jangan Hanya Kejar Yield Tinggi Tanpa...

OJK menyatakan kian banyaknya investasi ilegal menjadi sinyal bagi regulator untuk meningkatkan pemahaman investor dalam menanamkan modalnya.


Daftar 102 Pinjaman Online Legal, Hati-hati Nama Pinjol Ilegal yang Mirip

3 hari lalu

Daftar 102 Pinjaman Online Legal, Hati-hati Nama Pinjol Ilegal yang Mirip

Mengutip dri laman indonesia.go.id, dalam catatan OJK pada 2019-2021, terdapat 19.711 pengaduan masyarakat terkait ulah pinjaman online ilegal.


Geger Penyanderaan Karyawan dan Nasabah Bank di Lebanon

3 hari lalu

Geger Penyanderaan Karyawan dan Nasabah Bank di Lebanon

Seorang pria bersenjata menyandera karyawan dan nasabah di sebuah bank di Beirut, Lebanon, karena menuntut pencairan uangnya yang dibekukannya.


Kasus Korupsi Taspen Life, Kejagung Sebut Dirut PT PRM Terima Duit Rp 750 Juta

3 hari lalu

Kasus Korupsi Taspen Life, Kejagung Sebut Dirut PT PRM Terima Duit Rp 750 Juta

Kejaksaan Agung mengumumkan tersangka baru kasus dugaan korupsi pada Pengelolaan Dana Investasi di PT. Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) Tahun 2017-2020 yaitu AM. Dia adalah seorang Direktur Utama PT. Prioritas Raditya Multifinance (PT. PRM).


Sri Mulyani: Dana Pemerintah Daerah di Perbankan Masih Tinggi Rp 212,4 Triliun

4 hari lalu

Sri Mulyani: Dana Pemerintah Daerah di Perbankan Masih Tinggi Rp 212,4 Triliun

Sri Mulyani Indrawati mengatakan dana pemerintah daerah di perbankan masih tinggi atau sebesar Rp 212,4 triliun.


OJK: Kasus Pencurian Data, Pemalsuan Transaksi Akibat Tidak Ada Tata Kelola yang Baik

4 hari lalu

OJK: Kasus Pencurian Data, Pemalsuan Transaksi Akibat Tidak Ada Tata Kelola yang Baik

OJK menekankan pentingnya adopsi teknologi digital dalam tata kelola perusahaan bagi pelaku usaha jasa keuangan.


Laba Bersih Citibank Indonesia Melonjak 62,8 Persen jadi Rp 749,6 Miliar

4 hari lalu

Laba Bersih Citibank Indonesia Melonjak 62,8 Persen jadi Rp 749,6 Miliar

Laba bersih Citibank Indonesia melonjak hingga 62,8 persen menjadi Rp 749,6 miliar pada semester pertama tahun ini. Apa saja pemicunya?


OJK: Indeks Saham Syariah Meningkat 10,79 Persen

4 hari lalu

OJK: Indeks Saham Syariah Meningkat 10,79 Persen

OJK mencatat nilai kapitalisasi pasar atas saham syariah secara ytd juga mengalami peningkatan sebesar 11,79 persen.


Kebakaran di Kantor Pusat Bank Mandiri, Manajemen Pastikan Operasional Aman

4 hari lalu

Kebakaran di Kantor Pusat Bank Mandiri, Manajemen Pastikan Operasional Aman

Gedung Plaza Mandiri yang merupakan Kantor Pusat Bank Mandiri terbakar pada Kamis dinihari, 11 Agustus 2022.