Pertumbuhan Ekonomi Diyakini Capai 5 Persen Tahun Ini, Simak Penjelasan Wamenkeu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Suasana sesi kedua Tempo BNI The Bilateral Forum 2022 di The Langham, Jakarta, Kamis 12 Mei 2022. Sesi ini melibatkan pembicara Wakil Menteri Keuangan Suahazil Nazara, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ina Lepel, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen, David Fernando Audy dari East Ventures, Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, dan dioderatori Direktur Tempo.co A A. Wahyu Dhyatmika. Tempo/Hamdan Ismail

    Suasana sesi kedua Tempo BNI The Bilateral Forum 2022 di The Langham, Jakarta, Kamis 12 Mei 2022. Sesi ini melibatkan pembicara Wakil Menteri Keuangan Suahazil Nazara, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ina Lepel, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen, David Fernando Audy dari East Ventures, Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, dan dioderatori Direktur Tempo.co A A. Wahyu Dhyatmika. Tempo/Hamdan Ismail

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. "Kami melihat ekonomi bisa tumbuh 5,0 persen pada tahun ini," ujarnya dalam acara Tempo BNI The Bilateral Forum, di Ballroom The Langham, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Mei 2022.

    Hal ini, kata Suahasil, didasari oleh pertimbangan bahwa pelonggaran aktivitas masyarakat sudah mulai dilakukan seiring menurunnya kasus Covid-19 di Tanah Air. Dengan kembali bergeliatnya perekonomian, pertumbuhan bakal makin membaik. 

    Begitu juga pemulihan ekonomi global yang ditandai dengan naiknya harga minyak mentah. "Tapi kami belum menyesuaikan harga (BBM di dalam negeri). Pemerintah masih mensubsidi," tuturnya.

    Dalam hal ini, kata Suahasil, pemerintah masih melihat bahwa lebih penting menjaga pemulihan kondisi fiskal terlebih dahulu setelah sebelumnya dalam dua tahun selama pandemi ini konsumsi dan perekonomian menurun. 

    Suahasil menjelaskan, dalam dua tahun terakhir ini, pemerintah telah banyak membelanjakan anggaran di antaranya untuk menjaga konsumsi dan investasi di dalam negeri tetap bergerak. "Tapi belanja yang besar tak bisa selamanya, fiskal harus dikonsolidasikan," ucapnya. 

    Ia juga menekankan bahwa pemerintah kini mengawasi betul akan risiko inflasi yang tinggi akibat ketidakseimbangan konsumsi dan suplai, baik dari dalam maupun luar negeri. "Suplai masih belum bergerak, tapi permintaan sudah tinggi. Akibatnya inflasi. Inflasi ini yang kami antisipasi." 


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Sarat Sejarah Final UCL Liverpool Vs Real Madrid, Ancelotti Incar Gelar Kemilau

    Laga Liverpool dan Real Madrid terjadi saat kedua tim dalam performa terbaiknya. Duel dua raksasa di Final UCL akan berlangsung pada Minggu dini hari.