Festival Diskon Nasional Digelar, Luhut: Menaikkan Transaksi Produk Lokal

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menhub Budi Karya dan Menko Luhut mengikuti rapat koordinasi persiapan Presidensi Indonesia di KTT G20 di Bali, Kamis, 25 November 2021. Foto: BKIP Kemenhub

    Menhub Budi Karya dan Menko Luhut mengikuti rapat koordinasi persiapan Presidensi Indonesia di KTT G20 di Bali, Kamis, 25 November 2021. Foto: BKIP Kemenhub

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival Diskon Nasional (FDN) 2021 kembali digelar 1-31 Desember 2021. FDN merupakan rangkaian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang telah dihelat di sejumlah provinsi.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Jakarta akan menjadi kota tempat penyelenggaraan FDN yang akan menandai ditutupnya rangkaian Gernas BBI 2021. Dia berharap festival diskon ini meningkatkan transaksi produk lokal melalui ekosistem digital sehingga mampu bersaing di pasar global.

    "Saya berharap FDN ini mampu menaikkan nilai transaksi produk artisan atau UMKM kita. Ini juga sejalan dengan  semangat Gernas BBI untuk mencintai dan memakai produk karya anak bangsa," ujar Luhut pada Sabtu, 4 Desember 2021. 

    Luhut menjelaskan selama pandemi terhitung sejak 14 Mei 2020 hingga Oktober 2021, jumlah UMKM yang go digital atau on boarding bertambah 8 juta. Dengan demikian, jumlah UMKM yang telah bertransformasi ke digital pun mencapai 16 juta atau 100 persen dari target.

    Salah satu pendorong UMKM on boarding ialah melalui kampanye Gernas BBI. Gerakan ini diklaim mendorong terus produktivitas produk UMKM dari berbagai daerah. Daerah-daerah yang berhasil mengembangkan produktivitasnya ialah Bali, Sumatera Utara, NTB, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Aceh, Kalimantan Timur, Maluku, dan DKI Jakarta.

    "Harus menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan produk UMKM dan IKM produk artisan Indonesia. Semangat BBI harus selalu dijaga dan diimplementasikan dengan cara melakukan bimbingan bagi para pelaku usaha mengembangkan produknya dan berinovasi," tutur Luhut. 


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Tutup Sementara PTM 100 Persen di Sekolah yang Terpapar Covid-19

    Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah sekolah yang menggelar PTM 100 persen karena terpapar Covid-19. Namun sejumlah sekolah sudah kembali berkegiatan.