Kapan Naik Pesawat Harus PCR atau Antigen? Simak Simulasi Aturan Baru

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Warga antre menunggu giliran untuk rapid test antigen dan tes PCR di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 18 Desember 2020. Layanan dari PT Angkasa Puta II ini dilaksanakan untuk mendukung penerapan penerbangan sehat bagi calon penumpang pesawat udara ditengah meningkatnya penularan Covid-19 saat pandemi dan antisipasi lonjakan penumpang jelang libur natal dan tahun baru. TEMPO/Prima Mulia

    Warga antre menunggu giliran untuk rapid test antigen dan tes PCR di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 18 Desember 2020. Layanan dari PT Angkasa Puta II ini dilaksanakan untuk mendukung penerapan penerbangan sehat bagi calon penumpang pesawat udara ditengah meningkatnya penularan Covid-19 saat pandemi dan antisipasi lonjakan penumpang jelang libur natal dan tahun baru. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 88 Tahun 2021. Ini adalah petunjuk baru yang mengatur syarat penumpang naik pesawat di tengah pandemi saat ini.

    "Berlaku sejak 24 Oktober 2021 dan sewaktu-waktu dapat diubah dan dilakukan perbaikan, demikian bunyi surat tersebut, yang diteken oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub, Novie Riyanto, pada 21 Oktober 2021.

    Tempo merangkum sejumlah informasi penting soal penerbangan berdasarkan SE 88 ini. Berikut di antaranya:

    1. Wajib PCR

    Aturan ini berlaku bagi tiga kelompok, yaitu penerbangan dari atau ke Jawa Bali, antar kota di dalam Jawa Bali, serta daerah yang berstatus PPKM level 3 dan 4.

    Untuk ketiga kelompok ini, maka penumpang wajib menunjukkan dua dokumen. Pertama, kartu vaksin minimal dosis petama. Kedua, hasil tes negatif PCR 2x24 jam sebelum berangkat.

    2. Boleh Rapid Antigen

    Aturan ini berlaku bagi penerbangan dari dan ke luar Jawa Bali yang berstatus level 1 dan 2. Untuk kelompok ini, maka penumpang bisa menunjukkan hasil tes negatif PCR 2x24 jam.

    Pilihan lain, penumpang bisa membawa hasil negatif Rapid Antigen 1x24 jam. Selain itu, tidak ada syarat kartu vaksin.

    3. Simulasi Penerbangan

    Juru bicara Kemenhub Adita Irawati lalu memberikan simulasi penerbangan dengan terbitnya SE 88 ini. Menurut Adita, perubahan sebenarnya hanya terjadi pada penerbangan antar kota di Jawa dan Bali saja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)