Pilih Saham PURA, Yusuf Mansur Cerita Soal Sopir Angkutan Barang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri PayTren, Ustad Yusuf Mansur, dalam acara seminar Perkembangan Fintech Indonesia di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018. TEMPO/Charisma Adristy

    Pendiri PayTren, Ustad Yusuf Mansur, dalam acara seminar Perkembangan Fintech Indonesia di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Ustaz Yusuf Mansur membeberkan alasan memiliki saham PT Putra Rajawali Kencana Tbk. (PURA). Hal ini tak lepas dari hasil analisis kondisi logistik dan rantai pasok nasional, terutama transportasi angkutan barang. 

    Ia lantas menyebutkan salah satu yang mengusiknya adalah kesejahteraan sopir angkutan barang saat ini. “Sopir angkutan barang itu perlu perhatian, karena merekalah barang-barang kebutuhan bisa didistribusikan ke seluruh daerah,” kata Yusuf dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 September 2021. 

    Oleh karena itu, menurut dia, perusahaan tersebut perlu didukung di pasar saham. Usai mengkaji fundamental emiten tersebut, ia yakin perusahaan berbasis di Surabaya ini punya prospek yang cerah.

    “Saya tertarik berinvestasi di PT Putra Rajawali Kencana Tbk, perusahaan yang IPO tahun lalu,” kata Yusuf.

    Ia mengaku pernah mengunjungi kantor PURA dan melihat langsung sistem kerja perusahaan tersebut. Dari kunjungannya itu, ia menilai perusahaan itu mempunyai sistem yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas di perusahaan.

    “Manajemen yang baik dan penggunaan teknologi yang dikembangkan sendiri dimiliki perusahaan ini. Tidak ada alasan tidak berinvestasi di PURA," ucap Yusuf Mansur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Persebaran Pengungsi di Indonesia Menurut UNHCR

    PBB mengucurkan dana untuk program respons sosial ekonomi inklusif untuk menghadapi Covid-19. UNHCR mendata persebaran penerima manfaat di Indonesia.