Bank Indonesia: Minggu Keempat September, Modal Asing Keluar Rp 5,92 Triliun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo atau ilustrasi Bank Indonesia. TEMPO/Panca Syurkani

    Logo atau ilustrasi Bank Indonesia. TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik mencapai Rp 5,92 triliun pada minggu keempat September 2021.

    “Berdasarkan data transaksi 20-23 September 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 5,92 triliun,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran pers yang dikutip Bisnis, Minggu, 26 September 2021.

    Dari jumlah tersebut, Erwin merincikan aliran modal asing yang keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 6,83 triliun, sedangkan dari pasar saham mencapai Rp 910 miliar.

    Adapun berdasarkan data setelmen selama 2021 atau secara year-to-date (ytd), aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik tercatat mencapai Rp 11,18 triliun.

    Sejalan dengan itu, premi risiko investasi (credit default swap/CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 76,18 basis poin (bps) per 23 September 2021, dari 68,85 bps per 17 September 2021.

    Tingkat imbal hasil SBN tenor 10 tahun pun tercatat meningkat ke level 6,21 persen pada 24 September 2021, dari sebelumnya 6,17 persen pada 23 September 2021.

    Erwin menyampaikan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

    BI juga, imbuhnya, akan memperkuat langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

    Baca juga: Modal Asing Masuk USD 1,5 Miliar, BI: Faktor Rupiah Menguat Belakangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.