Ditekan Otoritas AS, Coinbase Batalkan Rencana Program Pinjaman Kripto

Reporter

Ilustrasi Bursa Kripto. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Coinbase Global Inc membatalkan rencana meluncurkan program pinjaman USD Coin (USDC) yang menghasilkan bunga, kata perusahaan perantara jual beli kripto terbesar di AS itu dalam sebuah posting blog.

Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah regulator AS mengatakan akan menuntut Coinbase jika melanjutkan programnya yang memungkinkan pengguna mendapatkan bunga dengan meminjamkan aset digital.

“Saat kami melanjutkan pekerjaan kami untuk mencari kejelasan peraturan untuk industri kripto secara keseluruhan, kami telah membuat keputusan sulit untuk tidak meluncurkan program USDC APY (Annual Percentage Yield),” tulis blog Coinbase.

USDC adalah stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS dan dapat ditukarkan dengan satu dolar secara one-to-one.

Bursa kripto itu juga mengatakan telah menghentikan daftar tunggu untuk program USDC APY, alternatif produk untuk rekening tabungan tradisional yang akan membayar pemberi pinjaman USDC ke Coinbase APY 4,0 persen.

Coinbase, yang mengatakan telah melihat peningkatan bunga dalam akun kripto dalam beberapa waktu terakhir, berencana menawarkan jaminan utama kepada pemberi pinjaman USDC di akun Coinbase mereka.

Ditambahkan bahwa APY 4,0 persen pada USDC akan memberikan pelanggan perantaran jual beli kripto tersebut delapan kali rata-rata nasional pada rekening tabungan imbal hasil tinggi, berdasarkan survei Bankrate.com terhadap rekening tabungan AS pada Juni 2021.

Baca juga: Aturan Soal Bitcoin di 12 Negara, dari Cina hingga Rusia






Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

14 jam lalu

Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

Bank Dunia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ketidakmampuan global dalam mengelola utang gagal bayar.


Alasan Airlangga Minta Perbankan Beri Bunga Spesial bagi Eksportir, Klasik tapi...

2 hari lalu

Alasan Airlangga Minta Perbankan Beri Bunga Spesial bagi Eksportir, Klasik tapi...

Airlangga mengatakan eksportir mengatakan di luar negeri mereka mendapat bunga 3 persen.


Rupiah Pagi Ini Menguat Tinggalkan Posisi Rp 15.500

3 hari lalu

Rupiah Pagi Ini Menguat Tinggalkan Posisi Rp 15.500

Rupiah menguat 0,85 persen dari posisi kemarin yang ditutup di level Rp 15.563.


Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

3 hari lalu

Rupiah Kembali Menguat di Level Rp 15.563 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah menutup perdagangan Kamis, 1 Desember 2022 dengan penguatan 169 poin di level Rp 15.563 per dolar AS.


Kurs Rupiah Melemah ke 15.728 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?

7 hari lalu

Kurs Rupiah Melemah ke 15.728 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?

Kurs rupiah melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 28 November 2022.


Tabungan Nasabah BRI Raib Rp 10 Juta, Ini Sebab Bank Tak Menggantinya

8 hari lalu

Tabungan Nasabah BRI Raib Rp 10 Juta, Ini Sebab Bank Tak Menggantinya

Sekretaris Perusahaan BRI membeberkan ihwal viral kabar pembobolan dana nasabah di perusahaan pelat merah tersebut.


Viral Klaim Tabungan BRI Dibobol tanpa Input Data Rahasia Nasabah, Begini Duduk Perkaranya

9 hari lalu

Viral Klaim Tabungan BRI Dibobol tanpa Input Data Rahasia Nasabah, Begini Duduk Perkaranya

Belakangan ramai berita tabungan di rekening BRI dapat dibobol tanpa data rahasia milik nasabah, seperti password internet banking, PIN, dan OTP.


Ghana Beli Minyak Pakai Emas, Bukan Lagi Dolar AS

9 hari lalu

Ghana Beli Minyak Pakai Emas, Bukan Lagi Dolar AS

Ghana tak lagi membeli minyak menggunakan dolar AS, melainkan emas.


Kurs Rupiah Ditutup Menguat Rp 15.696 per Dolar AS, Analis: Ada Ancaman Baru

12 hari lalu

Kurs Rupiah Ditutup Menguat Rp 15.696 per Dolar AS, Analis: Ada Ancaman Baru

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 16 poin ke level Rp 15.696 per dolar AS dalam perdagangan Selasa sore, 22 November 2022.


Golden State Warriors Digugat Miliaran Dolar Usai Promosikan Pasar Uang Kripto FTX

12 hari lalu

Golden State Warriors Digugat Miliaran Dolar Usai Promosikan Pasar Uang Kripto FTX

Golden State Warriors digugat oleh pelanggan perusahaan aset kripto, FTX, setelah dianggap curang telah mempromosikan FTX, yang saat ini bangkrut.