IHSG Ditutup Melemah, Saham Astra dan Bukalapak Diincar Asing

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rebound pada sesi kedua hari ini menutup sesi di level 6.088. Namun masih 0,11 persen lebih rendah dari angka penutupan pekan lalu yang sebesar 6.095.

    "Saham Bank BRI (BBRI) menjadi saham yang mengurangi poin IHSG paling banyak hari ini (top lagging mover), mengurangi -8,76 poin, disusul EMTK (-3,01) dan TPIA (-2,87)," kata analis Samuel Sekuritas M Alfatih dalam keterangan tertulis, Senin, 13 September 2021.

    Sedangkan saham Allo Bank Indonesia (BBHi), yang belakangan ini menguat seiring dengan sentimen rights issue, menjadi saham yang menyumbang poin terbanyak bagi IHSG hari ini (top leading mover) dengan sumbangan 7,26 poin, diikuti saham AGRO (+3,27) dan BBCA (+2,18).

    Adapun sebanyak 244 saham menguat, 265 saham melemah, dan 171 saham stagnan pada akhir sesi perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,1 triliun.

    Di akhir sesi kedua hari ini, tercatat angka jual bersih asing di pasar reguler yang mencapai Rp 140,7 miliar. Sementara itu, di pasar negosiasi tercatat angka beli bersih asing sebesar Rp 184,5 miliar.

    Saham dengan nilai net buy asing tertinggi di pasar reguler, yaitu ASII (Rp 52 miliar), BUKA (Rp 41,5 miliar), dan ANTM (Rp 37,4 miliar). Saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler, yaitu BMRI (Rp 88,3 miliar), BBRI (Rp 52,2 miliar), dan ARTO (Rp 50,7 miliar).

    Menurutnya, pergerakan indeks sektoral cenderung bervariasi hari ini; penguatan terbesar ditunjukkan oleh indeks sektor transportasi (IDXTRANS) (+2,1 persen), disusul indeks sektor konsumer cyclical (IDXCYCLIC) (+1,1 persen) dan indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) (+0,3 persen).

    Sementara itu, pelemahan terbesar ditunjukkan oleh indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) (-1,5 persen), indeks sektor industri dasar dan kimia (IDXBASIC) (-0,7 persen), dan indeks sektor konsumer non-cyclical (IDXNONCYC) (-0,6 persen).

    Salah satu saham yang mendongkrak IHSG di sesi kedua adalah saham anak usaha Bank BRI, BRI Agroniaga (AGRO). Setelah hanya menguat tipis di sesi pertama; saham emiten yang sedang bertransformasi menjadi bank digital ini menguat di sesi kedua sebelum menutup sesi  di level Rp 2.300 per saham (+8,49 persen).

    Seperti sejumlah bank-bank mini lainnya, AGRO berencana untuk menggelar rights issue, dengan rencana mengeluarkan 2,15 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Terkait rencana tersebut, AGRO akan mengadakan RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham pada 27 September mendatang.

    HENDARTYO HANGGI


    Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

    BACA: IHSG Jeblok di Level 6.055, Samuel Sekuritas: ANTM dan BUKA Paling Diburu Asing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.