Daerah Sulit Turunkan Level PPKM, Luhut Ungkap Alasannya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) memimpin rapat virtual didampingi Sekum Tigor M. Tanjung di Jakarta, Jumat, 26 Februari 2021. (dokumentasi PB PASI) | ANTARA

    Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) memimpin rapat virtual didampingi Sekum Tigor M. Tanjung di Jakarta, Jumat, 26 Februari 2021. (dokumentasi PB PASI) | ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan penelusuran kontak erat perlu terus ditingkatkan. Ia berharap rata-rata rasio kontak erat bisa mencapai 10 orang dalam dua hingga tiga minggu ke depan. 

    "Ini penting sekali, kami berharap memang bisa sampai rata-rata 10 kontak erat target pada waktu dua hingga tiga minggu ke depan," ujarnya dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, Senin 6 September 2021.

    Dia menuturkan mengungkapkan rendahnya penelusuran kontak erat pasien COVID-19 atau rasio kontak erat menjadi alasan sejumlah daerah kesulitan untuk bisa turun level PPKM,. 

    "Contohnya adalah rasio kontak erat. Meskipun telah terjadi kenaikan signifikan rasio kontak erat dari 3,37 di awal Agustus menjadi 7,89 per 5 September, namun pada banyak daerah rasio kontak eratnya masih di bawah 5, sehingga kemudian menghambat daerah tersebut untuk turun level," katanya 

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini menuturkan meskipun indikator transmisi atau penularan mengalami perbaikan, namun respon pemerintah daerah untuk mencegah penambahan kasus COVID-19 masih terbilang rendah.

    "Meskipun indikator transmisi mengalami perbaikan seperti yang saya sebutkan di atas, namun indikator respons kesehatan pada banyak wilayah kota/kabupaten masih belum memenuhi target yang ingin kami capai. Fokus inilah yang menjadi prioritas pemerintah dalam beberapa minggu ke depan," imbuhnya.

    Luhut mengatakan hal itu pun jadi salah satu instruksi Presiden Jokowi agar segera dilakukan perbaikan dengan teliti. "Presiden meminta kami, memerintahkan kami untuk melakukan ini semua dengan cermat," kata Luhut.

    BACA: Luhut: 1.603 Orang Positif Covid dan Kontak Erat Coba Lakukan Aktivitas Publik

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.