IHSG Jeblok ke Level 6.088, Samuel Sekuritas: Jual Bersih Asing Rp 329,4 Miliar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan tengah melintas di depan layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Indeks harga saham gabungan terpantau kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,17 persen atau 5,4 poin ke level 5.033,74 di akhir perdagangan sesi I. Tempo/Tony Hartawan

    Karyawan tengah melintas di depan layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Indeks harga saham gabungan terpantau kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,17 persen atau 5,4 poin ke level 5.033,74 di akhir perdagangan sesi I. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG kian anjlok di sesi kedua hari ini dengan menutup sesi di level 6.088. Angka ini 0,45 persen lebih rendah dari angka penutupan kemarin yang di level 6.097.

    Sebanyak 192 saham menguat, 313 saham melemah, dan 184 saham stagnan pada perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,4 triliun.

    "Di akhir sesi kedua hari ini tercatat jual bersih investor asing di pasar reguler sebesar Rp 142,3 miliar, sementara di pasar negosiasi tercatat jual bersih asing sebesar Rp 187,1 miliar," dinukil dari analisis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu, 28 Juli 2021.

    Dengan demikian, jual bersih asing di semua pasar pada hari ini total Rp 329,4 miliar.

    Saham yang paling banyak dibeli asing di pasar reguler adalah ARTO Rp 64,7 miliar, LPPF Rp 64,1 miliar, dan INCO Rp 55 miliar. Adapun saham yang paling banyak dijual asing di pasar reguler adalah BBCA Rp 185,3 miliar, BFIN Rp 74,3 miliar, dan TOWR Rp 65,2 miliar.

    Indeks sektor konsumer cyclical (IDXCYCLIC) menjadi indeks sektoral yang menguat paling tinggi hari ini dengan naik 0,6 persen.

    Kenaikan itu didorong terutama oleh saham produsen busi Champion, PT Multi Prima Sejahtera (LPIN) yang kembali menguat ke titik ARAnya di level Rp 660 per saham. Emiten itu melanjutkan tren positif yang telah berlangsung sejak awal pekan ini.

    Indeks sektoral lain yang menguat hari ini adalah indeks sektor keuangan (IDXFINANCE), yang menguat 0,1 persen.

    Salah satu saham yang menguat di sesi kedua ini adalah saham emiten produsen ammonia dan LPG, PT Surya Eka Perkasa (ESSA). Cenderung stagnan di sesi pertama, saham emiten milik TP Rachmat ini menguat di sesi kedua sebelum menutup sesi perdagangan di titik Rp 492 per saham atau naik 10, 3 persen.

    Selain itu, Samuel Sekuritas menilai rebound yang cukup mengesankan dicetak oleh salah satu dari duo saham Mahaka Group, Mahaka Radio Integra (MARI). Emiten ini berhasil menguat ke zona hijau dan menutup sesi dengan kenaikan 4,9 persen ke titik Rp 470 per saham setelah sempat jatuh ke titik Rp 430 per saham pada sesi pertama tadi.

    Saham lain yang menunjukkan gerakan menonjol di sesi kedua hari ini adalah saham pengelola jaringan Rumah Sakit Ibu & Anak (RSIA) Bunda, PT Bundamedik Tbk (BMHS). Saham emiten yang baru listing di bursa pada 6 Juli lalu ini tiba-tiba melesat di akhir sesi kedua sebelum menutup sesi di level Rp 1.120 per saham alias naik 14,87 persen.

    Sementara itu, Samuel Sekuritas menilai sektor perbankan tidak terlihat terlalu istimewa hari ini lantaran hanya saham Bank Woori Saudara Indonesia (SDRA) yang menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan. Saham emiten ini melejit ke titik ARA-nya di angka Rp 900 per saham atau naik 25 persen.

    Seperti beberapa saham lainnya, kenaikan saham SDRA didorong terutama oleh rencana rights issue yang telah disetujui para pemegang sahamnya dalam RUPSLB yang digelar pada 14 Juli lalu.

    Rencananya, bank yang kepemilikan saham mayoritasnya dikontrol oleh Woori Bank Korea ini akan menerbitkan 2,68 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Dana hasil rights issue ini rencananya akan digunakan untuk pengembangan usaha.

    Dengan demikian, lima besar top gainer hari ini adalah Berkah Beton Sadaya Tbk alias BEBS yang naik 25 persen ke Rp615 per saham, Bali Bintang Sejahtera Tbk alias BOLA yang naik 25 persen ke Rp 515 per saham, Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk alias SDRA yang naik 25 persen ke Rp 900 per saham, Indonesia Prima Property Tbk alias OMRE yang naik 24,5 persen ke Rp 1.040 per saham, dan Multi Prima Sejahtera Tbk alias LPIN yang naik 24,5 persen ke Rp 660 per saham.

    Adapun lima besar top loser hari ini adalah Jasnita Telekomindo Tbk alias JAST yang turun 6,9 persen ke Rp160 per saham, Siloam International Hospitals Tbk alias SILO yang turun 6,9 persen ke Rp 9.000 per saham, Limas Indonesia Makmur Tbk alias LMAS yang turun 6,9 persen ke Rp108 per saham, Metrodata Electronics Tbk alias MTDL yang turun 6,8 persen ke Rp 2.980 per saham, serta Anabatic Technologies Tbk alias ATIC yang turun 6,8 persen ke Rp 885 per saham.

    Adapun IHSG kemarin mengalami tekanan jual sehingga kembali anjlok, meski pada sesi pagi sempat uji resistance 6.100-6.150. Sebelumnya IHSG pada hari ini diperkirakan bakal sangat volatile masih dalam kisaran 6.050-6.150.

    Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

    Baca: IHSG Ditutup Melemah, Samuel Sekuritas Soroti 2 Saham Emiten Erick Thohir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.