IHSG Menguat ke 6.037 di Sesi I, Samuel Sekuritas: Mengikuti Tren Bursa Global

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan tengah melintas di depan layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Indeks harga saham gabungan terpantau kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,17 persen atau 5,4 poin ke level 5.033,74 di akhir perdagangan sesi I. Tempo/Tony Hartawan

    Karyawan tengah melintas di depan layar pergerakan Indek Saham Gabungan di lantai Bursa, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2020. Indeks harga saham gabungan terpantau kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,17 persen atau 5,4 poin ke level 5.033,74 di akhir perdagangan sesi I. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG terpantau menguat di sesi pertama perdagangan hari ini, dan akhirnya menutup sesi di level 6.037. Angka tersebut 0,3 persen lebih tinggi dari angka penutupan kemarin yang di level 6.017.

    "Sebelumnya, tim riset Samuel Sekuritas menyebutkan dalam laporan hariannya bahwa IHSG berpotensi rebound hari ini, mengikuti tren bursa global dan regional yang juga menguat," dinukil dari keterangan tertulis Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu, 21 Juli 2021.

    Untuk diketahui, pasar saham AS menguat cukup tinggi kemarin, setelah sempat jatuh di hari sebelumnya akibat aksi jual besar-besaran yang terutama didorong oleh kekhawatiran atas dampak penyebaran varian Delta Covid-19 terhadap pemulihan ekonomi. Indeks Dow Jones ditutup menguat 1,62 persen, diikuti S&P 500 yang naik 1,52 persen, dan NASDAQ yang naik 1,57 persen.

    Tidak hanya bursa AS, bursa-bursa utama Asia juga dibuka menguat pagi ini. Misalnya Nikkei dibuka menguat 1,11 persen, diikuti Kospi yang naik 0,73 persen, dan Topix yang naik 1,14 persen.

    Sebanyak 270 saham menguat, 208 melemah, dan 152 stagnan pada sesi pertama perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,7 triliun.

    Di pasar reguler tercatat beli bersih asing sebesar Rp 158,1 miliar, sementara di pasar negosiasi juga tercatat beli bersih asing sebesar Rp 2,1 miliar.

    Saham Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing di sesi pertama hari ini, dengan nilai beli bersih asing mencapai Rp73,6 miliar, disusul BBRI Rp 63,8 miliar dan ASII Rp 46,3 miliar.

    Sementara itu, saham bank anak usaha Bank BRI, BRI Agro (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dijual investor asing di pasar reguler pada sesi pertama hari ini, dengan nilai net sell mencapai Rp 51,1 miliar, disusul oleh EMTK Rp 29,4 miliar dan DMMX Rp 27,4 miliar.

    Saham yang mengisi lima besar top gainer di sesi pertama ini antara lain Weha Transportasi Indonesia alias WEHA yang naik 29,4 persen ke Rp 88 per saham, Kioson Komersial Indonesia alias KIOS yang naik 22,5 persen ke Rp 1.115 per saham. Lalu ada saham Bank Ganesha BGTG yang naik 15,9 persen ke Rp 196 per saham, Krakatau Steel (Persero) alias KRAS yang naik 14,5 persen ke Rp 545 per saham, dan Maskapai Reasuransi Indonesia alias MREI yang naik 13 persen ke Rp 4.680 per saham.

    Adapun lima besar top loser sesi pertama hari ini diisi oleh saham Singaraja Putra alias SINI yang turun 6,9 persen ke Rp 270 per saham, NFC Indonesia alias NFCX yang turun 6,8 persen ke Rp 6.100 per saham. Lalu ada saham Anabatic Technologies alias ATIC yang turun 6,8 persen ke Rp 1.020 per saham, Triniti Dinamik alias TRUE yang turun 6,7 persen ke Rp 550 per saham, dan ABM Investama alias ABMM yang turun 6,7 persen ke Rp1.180 per saham.

    Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

    Baca: PPKM Darurat Diperpanjang, IHSG Menguat dan Rupiah Lesu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.