Sri Mulyani: Sukuk Negara Memainkan Peran Penting dalam Pembiayaan Utang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sambutan saat peluncuran Sukuk di Kementerian keuangan, Jakarta, 19 Agustus 2016. Kementerian Keuangan menetapkan tingkat imbalan Sukuk Tabungan Seri ST-001 sebesar 6,9 persen per tahun yang pembayarannya dilakukan secara bulanan dalam jumlah tetap. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sambutan saat peluncuran Sukuk di Kementerian keuangan, Jakarta, 19 Agustus 2016. Kementerian Keuangan menetapkan tingkat imbalan Sukuk Tabungan Seri ST-001 sebesar 6,9 persen per tahun yang pembayarannya dilakukan secara bulanan dalam jumlah tetap. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara memainkan peranan yang sangat penting dalam pembiayaan utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

    Sukuk negara, kata dia, sekaligus menjadi instrumen yang sangat penting dan stabil dan dipercaya oleh investor, baik di dalam negeri maupun dari luar negeri.

    "Sukuk negara juga berperan dalam menciptakan pendalaman pasar, memperluas basis investor dan menciptakan juga edukasi mengenai instrumen investasi yang aman" kata Sri Mulyani dalam pembukaan konferensi internasional Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah(KNEKS) yang disiarkan secara virtual Kamis, 15 Juli 2021.

    Dia mengatakan dari tahun ke tahun, volume dan kontribusi SBSN dalam pembiayaan APBN mengalami kenaikan dari semua hanya Rp 4,7 triliun pada awal kita terbitkan sukuk SBSN pada 2018. Saat ini SBSN telah mencapai Rp 360 triliun tahun 2020.

    "Apabila kita bandingkan dengan penerbitan SBN biasa, maka sukuk negara berkontribusi sekitar 20-30 persen dari penerbitan surat berharga negara setiap tahunnya," ujarnya.

    Dengan demikian secara kumulatif total volume SBSN dalam jangka 2018 sampai Juni 2021, kata dia, telah mencapai Rp 1.810,02 triliun atau US$ 124,49 miliar.

    Sedangkan outstanding pada 1 Juli 2021 adalah Rp 1.075,83 triliun atau US$ 73,99 miliar."Hal ini merepresentasikan 19 persen dari total outstanding SBN secara keseluruhan," kata Sri Mulyani.

    Baca Juga: Hingga Juli, Realisasi Penerbitan Sukuk Negara Mencapai Rp 160, 94 Triliun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.