Airlangga Sebut Jumlah Penduduk Usia Kerja Terdampak Covid Turun Jadi 19,1 Juta

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyerahkan naskah pandangan akhir pemerintah atas RUU Cipta Kerja kepada Ketua DPR Puan Maharani disaksikan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad, dan Rachmad Gobel dalam rapat paripurna penutupan masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020.  Dalam RUU Cipta Kerja terdapat 11 klaster yang masuk dalam undang-undang ini antara lain Penyederhanaan Perizinan, Persyaratan Investasi, Ketenagakerjaan, Kemudahan Berusaha, Pemberdayaan dan Perlindungan UMKM, Dukungan Riset dan Inovasi, Administrasi Pemerintahan, Pengenaan Sanksi, Pengadaan Lahan, Kemudahan Investasi dan Proyek Pemerintah, serta Kawasan Ekonomi Khusus. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyerahkan naskah pandangan akhir pemerintah atas RUU Cipta Kerja kepada Ketua DPR Puan Maharani disaksikan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad, dan Rachmad Gobel dalam rapat paripurna penutupan masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Dalam RUU Cipta Kerja terdapat 11 klaster yang masuk dalam undang-undang ini antara lain Penyederhanaan Perizinan, Persyaratan Investasi, Ketenagakerjaan, Kemudahan Berusaha, Pemberdayaan dan Perlindungan UMKM, Dukungan Riset dan Inovasi, Administrasi Pemerintahan, Pengenaan Sanksi, Pengadaan Lahan, Kemudahan Investasi dan Proyek Pemerintah, serta Kawasan Ekonomi Khusus. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dampak negatif pandemi terhadap ketenagakerjaan berangsur teratasi dengan meningkatnya aktivitas produksi hingga pertengahan tahun ini.

    "Sehingga penduduk usia kerja yang terdampak pandemi tahun lalu sebanyak 29,12 juta mulai tereduksi menjadi 19,1 juta orang," ujar Airlangga dalam sebuah acara virtual, Selasa, 13 Juli 2021.

    Airlangga mengatakan aktivitas produksi di industri pengolahan, perdaganganm dan konstruksi itu merespon membaiknya permintaan domestik saat ini. Aktivitas industri tersebut tercermin dalam Indeks PMI manufaktur Indonesia yang tetap berada di level ekspansif 53,5 pada bulan Juni 2021.

    "Bahkan ini lebih tinggi dibanding negara lain seperti Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Malaysia," tutur Airlangga.

    ADVERTISEMENT

    Situasi itu, kata dia, menunjukkan bahwa momentum pemulihan ekonomi di masa pandemi ini mulai terjadi dan terasa. Di samping aktivitas industri dalam negeri, Airlangga mengatakan pada sisi eksternal Indonesia terbantu dengan surplus neraca perdagangan selama 13 bulan berturut-turut.

    Ia berujar surplus tersebut ditopang oleh harga komoditas global. "ini dapat memberikan sentimen positif bagi kegiatan ekspor dan impor Indonesia ke depan," kata Airlangga.

    Di saat yang sama, dia pun menuturkan arus modal asing kembali masuk. Terjaganya level defisit transaksi berjalan, meurut dia, akan memberikan dasar yang kuat bagi ketahanan sektor eksternal Indonesia.

    "Dengan berbagai kebijakan ekonomi, insentif perpajakan, pemerintah melihat bahwa recovery masih dapat terus berlangsung. Angka pertumbuhan di kuartal II diharapkan masih bisa tumbuh di angka 7 persen," ujar Airlangga.

    BACA: Airlangga Ungkap Program Vaksinasi Capai 18,1 Persen dari Target

     

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.