Kasus Perawat Puskesmas Dikeroyok karena Tabung Oksigen Dilaporkan ke Polisi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pengeroyokan.

    Ilustrasi Pengeroyokan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah membenarkan pengeroyokan yang dialami perawat puskesmas karena masalah tabung oksigen di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu, 4 Juli 2021.

    "Anggota kami telah melaporkan ke polisi," kata Harif saat dihubungi di Jakarta, Senin, 5 Juli 2021.

    Sebelumnya, aksi pengeroyokan ini diberitakan oleh sejumlah media nasional. Dalam kejadian tersebut, sang perawat sedang dinas malam di puskesmas.

    Kemudian, dia didatangi sejumlah orang yang menanyakan apakah masih ada tabung oksigen di puskesmas tersebut. Mereka ingin membawa tabung gas untuk keluarganya yang sakit.

    Perawat mengatakan masih ada tabung oksigen di puskesmas. Tapi, tabung tersebut tidak bisa dipinjamkan karena harus tetap berada di puskesmas. Sehingga, aksi pengeroyokan pun tidak terhindarkan.

    Kejadian ini berlangsung di tengah kelangkaan tabung oksigen di tengah lonjakan kasus Covid-19 saat ini. Di sejumlah tempat, kelangkaan tabung gas oksigen pun terjadi.

    Harif membenarkan kronologi kejadian ini. Setelah kejadian tersebut, PPNI akan terus mendampingi perawat yang menjadi korban.

    Selain itu, PPNI akan memberikan dukungan agar proses hukum terus berjalan ihwal tabung oksigen itu. "Kami mendapat support juga dari Wali Kota Bandar Lampung," kata dia.

    FAJAR PEBRIANTO

    Baca juga: Jubir Luhut: Penimbun Oksigen dan Obat Covid-19 Adalah Musuh Masyarakat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.