Ridwan Kamil Usul Libur Panjang Idul Adha Dihapus, Antisipasi Kasus Covid-19

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rakor percepatan pembangunan Tol Cisumdawu bersama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual dari Gedung Pakuan Bandung, Selasa (15/6/2021). (Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rakor percepatan pembangunan Tol Cisumdawu bersama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual dari Gedung Pakuan Bandung, Selasa (15/6/2021). (Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usul agar pemerintah pusat meniadakan libur panjang, termasuk Idul Adha yang akan berlangsung pada 20 Juli mendatang. Ridwan Kamil mengatakan libur panjang akan mendorong peningkatan jumlah kasus aktif Covid-19.

    “PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) sekala mikro sangat baik selama tidak didisrupsi kegiatan massal. Maka kami usul ke pemerintah pusat agar libur panjang seperti Idul Adha ditiadakan,”  ujar Ridwan Kamil dalam webinar Badan Pemeriksa Keuangan, Kamis, 17 Juni 2021.

    Dari pengalaman sebelum-sebelumnya, Ridwan Kamil mengatakan angka kasus penyebaran virus corona melonjak pasca-libur panjang karena tingginya mobilisasi masyarakat. Pola ini berulang kali terjadi seperti pasca-libur panjang Natal dan tahun baru lalu.  

    Sekitar 14 hari setelah libur tahun baru, tepatnya pada pertengahan Januari 2021, tingkat keterisian kamar di seluruh rumah sakit Jawa Barat melonjak rata-rata mencapai 80 persen. Akibatnya, pemerintah menerapkan kebijakan PPKM mikro di berbagai wilayah untuk menekan mobilisasi penduduk.

    ADVERTISEMENT

    Setelah pembatasan kegiatan, grafik angka kasus aktif Covid-19 harian sudah bisa ditekan pelan-pelan. Kondisi ini tampak dari tingkat okupansi rumah sakit.

    Ridwan Kamil menyampaikan jumlah kamar terisi pada Mei lalu menempati posisi terendah, yakni sebesar 29 persen. Sayangnya, kata dia, angka peningkatan kasus harus kembali terjadi setelah libur Idul Fitri 1442 Hijriah.

    Dua pekan pasca-Idul Fitri, angka keterisian kamar atau okupansi rumah sakit kembali merangkak naik sampai 60 persen. Bahkan di beberapa daerah telah di atas 80 persen.

    Ridwan Kamil menyatakan harus ada kolaborasi bersama untuk menangani penyebaran Covid-19 yang terus meluas. Upaya ini utamanya mesti dilakukan setelah varian baru virus corona delta atau B1617.2 terkonfirmasi masuk ke Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.