Kala Budi Karya Traktir Anies Baswedan Segelas Kopi Starling

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) berbincang bersama Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesuai Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. Kawasan Berorientasi Transit (TOD) ini didukung oleh sektor transportasi umum terintegrasi di bawah Jak Lingko. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) berbincang bersama Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesuai Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. Kawasan Berorientasi Transit (TOD) ini didukung oleh sektor transportasi umum terintegrasi di bawah Jak Lingko. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membelikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segelas kopi dari pedagang kopi keliling atau kerap disebut Starling alias Starbucks Keliling.

    "Saya mau beri ke Pak Gubernur dan Pak Dirjen Dikti. Pagi ini aku traktir Gubernur. Jarang-jarang bisa traktir Gubernur. Pak Gubernur, Pak Dirjen, ini kopi UKM," ujar Budi Karya dalam siaran langsung di akun YouTube Kementerian Perhubungan, Jumat, 4 Juni 2021.

    Kementerian Perhubungan melakukan Kick-off Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2021 sekaligus memperingati Hari Sepeda Sedunia.

    Sebelum mentraktir Anies segelas kopi, Budi memang telah mengundang seorang pedagang kopi keliling untuk hadir dalam acara di kantornya itu. Budi berniat memberikan sepeda listrik untuk pedagang bernama Mamat itu.

    "Mas Mamat adalah UKM yang sehari-hari melayani banyak masyarakat. Untuk minum, sarapan, ngopi. Saya pikir peran mas Mamat luar biasa," ujar dia.

    Dalam perbincangannya dengan Budi, Mamat mengatakan setiap hari berkeliling di sekitar Monas dan jalan Petojo untuk menjajakan kopi. Biasanya, ia mulai mengorbit pukul 06.30 WIB hingga menjelang magrib.

    Setiap harinya, Mamat mengatakan bisa mengantongi untung paling kecil Rp 50.000 dan paling besar Rp 200.000. "Rp 200 ribu itu sudah untungnya. Itu pun kalau pedagang lagi enggak ada. Karena lagi pada pulang kampung. Kalau rezeki lagi enak, alhamdulillah," kata Mamat.

    Dari perbincangan itu, Budi Karya menyebut usaha mikro seperti berdagang kopi saat ini bisa memberi ruang kerja bagi masyarakat. Dengan memberi sepeda listrik, ia berharap Mamat bisa meningkatkan mobilitasnya sehingga produktivitasnya pun lebih tinggi.

    "Kita berharap ada lebih banyak UKM yang melakukan kegiatan sederhana tapi produktif. Ini bisa menjadi motivasi bahwa hidup harus kreatif dan beri arti bagi masyarakat. Saya yakin dengan penghasilan Rp 5-6 juta, Mamat bisa beri penghidupan untuk keluarga di desa," ujar Budi.

    Setelah perbincangan itu, barulah Budi memesan tiga gelas kopi, yang salah satunya diberikan kepada Anies Baswedan. "Tolong bikinkan tiga ya (kopi pahit), saya mau kasih ke Pak Gubernur satu dan dirjen dikti, kita ngopi sama-sama," tutur Budi.

    Baca Juga: Target Anies Baswedan, Terbangun 170 Km Jalur Sepeda di Akhir Tahun Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.