THR PNS Tanpa Tukin, Tito Karnavian: Harus Bersyukur, Situasi Sedang Sulit

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

    Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

    TEMPO.COJakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta para pegawai negeri sipil atau PNS untuk bersyukur lantaran masih mendapatkan tunjangan hari raya (THR) di tengah situasi pandemi ini.

    "Makanya kita terima kasih kepada menteri keuangan dan bapak presiden, kita masih diberikan THR di tengah situasi sulit. Kita harus bersyukur betul," ujar Tito Karnavian dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional 2021, Selasa, 4 Mei 2021.

    Sebelumnya, ada petisi online di change.org berjudul "THR & Gaji-13 ASN 2021 Lebih Kecil dari UMR Jakarta: Kembalikan Full Seperti Tahun 2019". Petisi tersebut diinisiasi oleh seseorang bernama Romansyah H. Sejak diunggah pada Jumat lalu, hingga saat ini, petisi tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 19.000 warganet.

    Dalam petisi yang digalangnya, Romansyah menilai pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbeda dengan janji yang sebelumnya disampaikan pada Agustus 2020. Saat itu mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut menjelaskan THR dan Gaji 13 ASN Tahun 2021 akan dibayar penuh dengan tunjangan kinerja sebagaimana telah dilakukan di Tahun 2019.

    "Tidak ada alasan jelas dari Kementerian Keuangan terkait ke mana digesernya anggaran THR yang sudah ditetapkan pada di akhir tahun 2020 tersebut, yang tiba-tiba berubah pada tahap pencairan," kata Romansyah.

    Menurut Tito Karnavian, saat ini Indonesia sedang mengalami kontraksi keuangan yang sangat berat. Namun, dalam situasi ini pun, para aparatur sipil negara masih mendapatkan THR. Sehingga menutur dia, para pegawai pelat merah sudah sepatutnya bersyukur.

    "Tapi tolong dibayangkan swasta mereka itu diberikan harus membayar THR kepada karyawannya, mereka berpikirnya luar biasa keras. Pendapatan sudah berkurang, tapi harus bayar lagi THR," ujar Tito.

    Belum lagi, jutaan masyarakat yang tidak bekerja alias menganggur pun kini tidak mendapatkan apa-apa menjelang Lebaran tahun ini. "Siapa yang mau ngasih THR. Jadi tolong teman-teman kepala daerah berikan pengertian kepada ASN di daerah, syukurilah apa yang sudah ada. Belanja pegawai besar sekali porsinya di APBD, diberi lagi THR, harus bersyukur," ujar Tito.

    Baca: 30 Persen Perusahaan Kesulitan Bayar THR, Asosiasi Pengusaha Minta Subsidi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.