Kasus Menggila, Sandiaga Uno: Penerbangan dan Kunjungan dari India Tutup Total

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menparekraf Sandiaga Uno (kedua kanan) meninjau lokasi pemeriksaan GeNose C19 saat hari pertama beroperasinya layanan tersebut di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat, 9 April 2021. Bandara Ngurah Rai resmi membuka layanan GeNose C19 untuk memudahkan penumpang pesawat. ANTARA/Fikri Yusuf

    Menparekraf Sandiaga Uno (kedua kanan) meninjau lokasi pemeriksaan GeNose C19 saat hari pertama beroperasinya layanan tersebut di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat, 9 April 2021. Bandara Ngurah Rai resmi membuka layanan GeNose C19 untuk memudahkan penumpang pesawat. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan pemerintah Indonesia belum mengijinkan warga negara khusus wisatawan mancanegara memasuki Indonesia untuk mencegah penularan Covid-19 meluas lagi.

    "Wisatawan asing per hari ini tidak diperkenankan masuk, kita masih menutup untuk itu," kata Sandiaga di sela memantau vaksinasi pelaku wisata Yogyakarta Senin 26 April 2021.

    Ia juga menyatakan bahwa negara-negara yang terbukti kasus Covid-19 nya tinggi seperti India, turut jadi kewaspadaan tersendiri."Khusus penerbangan India yang kasus Covid-nya menggila, kita sudah menutup secara total," kata dia.

    Ia menyatakan langkah Indonesia menutup kunjungan wisatawan dari mancanegara perlu diambil demi memastikan Covid-19 penularannya benar benar dapat ditekan hingga situasinya benar benar terkendali.

    Menurut dia pemerintah saat ini mengambil kebijakan untuk meniadakan mudik juga sebagai bagian dari langkah tegas mengantisipasi potensi melonjaknya penularan Covid-19 itu.

    Dalam bingkai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, menurutnya semua sudah diatur soal pelarangan mudik itu. Termasuk kegiatan wisata.

    Dalam PPKM skala mikro dijelaskan ada beberapa kegiatan masyarakat yang diperbolehkan dan diserahkan kepada pemerintah daerah.“Kami memberi panduan, jika destinasi wisata itu dibuka maka harus diikuti protokol kesehatan CHSE, yakni cleanliness, health, safety, and environment sustainability,” kata dia.

    Sehingga, ujarnya, seluruh destinasi wisata yang dibuka harus mengikuti protokol kesehatan ketat dan disiplin.“Dibuka atau tidaknya destinasi itu wewenang pemerintah daerah sesuai dengan situasi kasus Covid yang ada di daerah masing-masing,” katanya.

    Ia mengatakan pemerintah hanya tak ingin tak mengulang fenomena lonjakan kasus akibat aktivitas mudik seperti tahun lalu. Saat itu, walaupun ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB), penyekatan, dan larangan mudik, tapi lonjakan kenaikan kasus sampai 94 persen.

    “Kami tidak ingin (lonjakan kasus) seperti itu terulang oleh sebab itu mudik tahun ini dilarang namun kami akan monitor lebih ketat kegiatan yang ada dalam PPKM,” kata Sandiaga.

    Baca Juga: Okupansi Hotel di Yogyakarta Lampaui 45 Persen, Sandiaga Uno: Luar Biasa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.