IHSG Rontok di Sesi Pertama, Samuel Sekuritas: Marak Sentimen Negatif Global

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG kembali rontok pada sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu, 21 April 2021. Indeks menyentuh level 5.999 atau turun 0,64 persen di tengah maraknya sentimen negatif global.

    Sentimen negatif tersebut antara lain kembali tingginya kenaikan kasus COVID-19 di sejumlah negara seperti India yang naik 284 ribu kasus, Brasil melonjak 65 ribu kasus dan Turki bertambah 61 ribu kasus. "Serta semakin panasnya tensi geopolitik antara Rusia dan negara-negara Barat," dinukil dari riset Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu, 21 April 2021.

    Tak hanya IHSG, bursa-bursa regional Asia juga bergerak turun hari ini. Misalnya saja Nikkei turun 1,8 persen, Hang Seng turun 1,63 persen, dan Kospi turun 1,60 persen.

    Pada sesi pertama perdagangan, Samuel Sekuritas juga melihat arus jual asing masih kuat. Nilai net sell asing mencapai Rp 322 miliar di pasar reguler.

    Saham Triputra Agro Persada (TAPG), kembali menjadi saham yang paling banyak dijual investor asing di sesi pertama hari ini, dengan nilai net sell mencapai Rp203,6 miliar, disusul PT Astra International Tbk alias ASII Rp 33,9 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk alias BBCA Rp 28,7 miliar.

    Sementara itu, saham yang paling banyak diborong asing di sesi pertama hari ini adalah PT United Tractors Tbk alias UNTR Rp 32,7 miliar, disusul PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGAS Rp 19,4 miliar dan Media Nusantara Citra Tbk alias MNCN Rp 15,1 miliar.

    Top gainer di sesi pertama hari ini adalah Trisula International Tbk atau TRIS yang naik 34,6 persen ke Rp 140 per saham. Selain itu juga Trisula Textile Industries Tbk alias BELL yang naik 25,1 persen ke Rp 169 per saham, Perdana Bangun Pusaka Tbk alias KONI naik 24,5 persen ke Rp 1.015 per saham, Meta Epsi Tbk atau MTPS tumbuh 13,2 persen ke Rp 145 per saham, dan Ever Shine Tex Tbk atau ESTI yang naik 9,65 ke Rp 114 per saham.

    Sementara itu, top loser IHSG di sesi pertama hari ini adalah Imago Mulia Persada Tbk atau LFLO yang turun 9,8 persen ke Rp 128 per saham, Lotte Chemical Titan Tbk atau FPNI turun 6,9 persen ke Rp 242 per saham, dan Optima Prima Metal Sinergi Tbk atau OPMS yang turun 6,9 persen ke Rp 740 per saham. Di samping itu, Yelooo Integra Datanet Tbk atau YELO turun 6,95 ke Rp 107 per saham dan Bank Maspion Indonesia Tbk atau BMAS turun 6,9 persen ke Rp 1.750 per saham.

    BACA: IHSG Melemah 0,42 Persen, Saham Triputra Agro dan Mandiri Banyak Dijual Asing

    CAESAR AKBAR

    Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan Samuel Sekuritas Indonesia. Isi berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.