IHSG Ditutup Menguat Setelah Loyo di Sesi Pertama, Ini Analisis Samuel Sekuritas

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG bergerak menguat pasca pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, indeks sempat turun hingga ke titik 6.001.

    "Pasca pengumuman BI, IHSG merangkak naik hingga menutup hari di angka 6.038, kendati masih lebih rendah dari titik pembukaan 6.052," dinukil dari analisis Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa, 20 April 2021.

    Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 April 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.

    Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, meskipun prakiraan inflasi tetap rendah.

    Di samping itu, BI menurunkan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 menjadi 4,1-5,1 persen dari sebelumnya 4,3-5,3 persen. "Angka ini masih lebih baik dari angka 2020 yang tercatat negatif," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.