Erick Thohir: Pertamina Harus Kembali ke Masa Kejayaan Tahun 1970-an

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. ANTARA

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir meresmikan kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride miliki PT Pertamina (Persero). Kapal ini diyakini mampu menunjang kinerja perusahaan pelat merah agar bisa lebih bersaing di pasar global.

    "Pertamina harus kembali ke masa kejayaannya di tahun 70-an, menjadi global player dan siap bersaing yang didasari oleh good corporate governance,"ucap Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 April 2021.

    VLCC Pertamina Pride memioliki kapasitas 2 juta barel. Kapal ini dibangun di Galangan Japan Marine United (JMU) sejak 2018.

    Adapun VLCC Pertamina Pride berlayar dari JMU Ariake Shipyard, Jepang, sejak 9 Februari 2021. Kapal milik Pertamina International Shipping (PIS) sebagai subholding perusahaan pelat merah ini tiba di Indonesia dan akan dimanfaatkan untuk menyalurkan pasokan energi nasional.

    Kapal VLCC Pertamina Pride saat ini bersandar di Teluk Semangka Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Erick menyebut pemerintah mendukung penuh upaya PIS menjadi perusahaan penyedia solusi logistik dan kelautan yang terintegrasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.