Pendapatan KAI Bakal Turun Akibat Larangan Mudik, KA Logistik Bisa Membantu?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana ruang tunggu keberangkatan kereta jarak jauh di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Pengumuman larangan mudik Lebaran 2021 mendapatkan beragam respon dari masyarakat. TEMPO/Subekti.

    Suasana ruang tunggu keberangkatan kereta jarak jauh di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Pengumuman larangan mudik Lebaran 2021 mendapatkan beragam respon dari masyarakat. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Laksana memprediksi kinerja angkutan kereta logistik belum mampu menopang penurunan pendapatan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI selama Lebaran 2021. Pada Ramadan hingga Lebaran nanti, jumlah penumpang KAI diperkirakan anjlok lantaran pemerintah melarang kegiatan mudik.

    “Kereta logistik belum mampu menutupi penurunan jumlah penumpang. Jadi KA logistik tidak dalam posisi bisa menggantikan hilangnya potensi tersebut,” kata Aditya saat dihubungi pada Sabtu, 10 April 2021.

    Aditya tak menampik bahwa volume angkutan kereta barang atau logistik yang membawa kebutuhan bahan-bahan pokok akan meningkat selama Ramadan hingga Lebaran. Namun, peningkatan kinerja sektor ini disinyalir hanya mencapai 10 persen atau jauh lebih kecil dari potensi hilangnya jumlah penumpang.

    Penurunan jumlah penumpang kereta, kata Aditya, bisa menyentuh 90 persen bila berkaca pada kondisi periode mudik Lebaran tahun lalu. Dengan begitu, porsi antara peningkatan angkutan barang dan penurunan angkutan penumpang tak sebanding.

    “Dalam jangka panjang, mungkin angkutan barang memiliki potensi yang bisa dieksplorasi lagi. Namun ini butuh waktu,” ujar Aditya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.