Bos Pertamina Jelaskan Soal Bau Menyengat sebelum Kebakaran Kilang Balongan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kilang yang sudah mulai padam pada kejadian insiden tangki Pertamina di Kilang Balongan RU VI, Indramayu pada Rabu 31 Maret 2021. FOTO/Dok.Pertamina

    Suasana kilang yang sudah mulai padam pada kejadian insiden tangki Pertamina di Kilang Balongan RU VI, Indramayu pada Rabu 31 Maret 2021. FOTO/Dok.Pertamina

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional Djoko Priyono menjelaskan perihal adanya kabar bahwa warga mencium bau menyengat sebelum terjadinya kebakaran di tangki T310 di area Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat pada Senin dinihari, 29 Maret 2021.

    Djoko mengatakan pada Ahad sore, 28 Maret 2021 pukul 17.00 atau beberapa jam sebelum terjadinya insiden tersebut, petugas masih melakukan pemeriksaan kualitas dari bahan bakar yang berada di tangki tersebut. Saat itu, RON dari BBM di sana masih terlalu tinggi untuk Pertalite, yaitu di level 91.

    Karena itu, petugas pun mencampur minyak tersebut dengan Nafta untuk mencapai RON 90. Campuran itu biasanya di-settling selama dua jam dan dicampur agar merata. "Itu masih kondisi tidak ada bau dan sebagainya," ujar Djoko dalam rapat dengan Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 5 April 2021.

    Baca Juga: Kilang Minyak Terbakar, ESDM Minta Pertamina Pasang Sistem Komunikasi Warga

    Kala itu, operator bersama petugas laboratorium dan petugas keamanan pun sempat naik ke tangki tersebut dan mendapati kondisi di sana masih aman. Terkait bau, Djoko mengatakan ada pembersihan holding basin dan water treatment.

    "Bau itu, ada pembersihan holding basin kita. Water treatment itu kita bersihkan. Yang bersihkan itu juga dari teman-teman kampung sekitar dan PT sudah jelaskan itu pekerjaan mereka dalam rangka pembersihan water treatment," ujar Djoko.

    Adapun protes dari warga, menurut Djoko, dilontarkan bukan terkait bau tersebut, melainkan mengenai jalan di sekitar kilang yang sudah ditutup. Djoko mengatakan protes dilontarkan sekitar pukul 23.00 WIB.

    "Jadi ada komplain dari jam 11 malam karena jalan dari arah menuju kilang sudah kami tutup. Tapi yang kena itu yang pengajian dari arah kilang menuju pulang. Jalan sudah kita close dan lakukan pengamanan," tutur Djoko.

    Sebelumnya, warga yang rumahnya berada di sekitar kawasan kilang Balongan milik Pertamina di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengaku mencium bau sangat menyengat seperti bahan bakar minyak dan bau itu tidak seperti biasanya sebelum terjadinya ledakan di kilang tersebut.

    "Sekitar pukul 23.00 WIB bau bensin sangat menyengat, bahkan saya sempat beberapa kali muntah," kata warga Blok Kesambi, Desa/Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu Yati di Indramayu, Senin. Yati terpaksa mengungsi di Pendopo Kabupaten Indramayu karena rumahnya sangat dekat dengan kilang Pertamina Balongan yang terbakar dan meledak.

    Dia mengatakan bahwa pada hari Ahad tengah malam warga sempat mencium bau yang sangat menyengat dan itu tidak seperti hari-hari biasanya. Kemudian, selang beberapa jam, lanjut Yati, terdengar suara ledakan yang sangat keras dan seketika warga langsung berhamburan melihat api sudah membubung tinggi.
    "Suaranya sangat keras, saya tidak bisa membayangkannya lagi, yang pasti trauma," tuturnya.

    Sementara itu, Lusiati juga mengatakan hal yang sama. Sebelum adanya ledakan, dirinya mencium bau yang sangat menyengat, kemudian disusul suara ledakan. Dia mengaku tidak sempat mengemasi pakaian untuk mengungsi, karena waktu itu sangat panik, sebab api sudah membumbung tinggi."Tidak sempat apa-apa, apalagi pada waktu kejadian saya juga sedang menunggu suami pulang," katanya.

    CAESAR AKBAR | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H