Percepat Pemulihan Ekonomi, Kadin Desak Hilirisasi Sawit dan Karet

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shutterstock.

    Shutterstock.

    TEMPO.CO, Palembang- Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumatera Selatan Dodi Reza Alex Noerdin mendesak Pemda melakukan hilirisasi beragam komoditas andalan daerah seperti karet dan sawit. Hal itu perlu dilakukan sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. 

    "Serta perlu pula memaksimalkan konektivitas pembangunan infrastruktur seperti Pelabuhan Tanjung Carat dan jalan tol,” ujarnya, Jumat, 26 Maret 2021.

    Baca Juga: Dukung Startup IPO, Kadin Contohkan Alibaba dan Facebook

    Bupati Kabupaten Musi Banyuasin itu berharap pemda juga lebih memaksimalkan hilirisasi komoditas batu bara agar lebih bernilai ekonomi. Selama ini kata dia, hilirisasi ini juga terbukti berhasil mendorong  perekonomian daerah. Sehingga masyarakat dapat kembali hidup lebih baik meskipun ekonomi terbentur oleh pandemi virus corona.

    Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie mengatakan selama ini pelaku usaha memandang Kadin sebagai organisasi yang elit sehingga segan untuk bergabung dengan organisasi pengusaha itu. Menurutnya,  Kadin mempunyai tiga hal penting yakni maju bersama, naik kelas membangun infrastruktur konektivitas, dan merangkul semua pelaku industri.

    "Kami ingin merangkul UMKM maupun pengusaha baru yang belum bergabung,” katanya saat pelantikan pengurus Kadin Sumsel 2020-2025 di Palembang, Kamis, 25 Maret 2021.

    Oleh karena itu, kata dia, pengusaha di Tanah Air harus bersinergi untuk memulihkan perekonomian nasional. Tak terkecuali bagi sektor UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Anindya menambahkan, saat ini ekonomi sudah membaik tetapi belum maksimal. Inilah tantangan Kadin untuk bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.