Ketua PHRI Sebut Vaksinasi Perlu Digenjot ke Pelaku Pariwisata, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Hariyadi Sukamdani dalam Seminar Nasional Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter di Kempinski Grand Indonesia Ballroom. Jakarta, 14 September 2018. TEMPO/Candrika Radita Putri

    Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Hariyadi Sukamdani dalam Seminar Nasional Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter di Kempinski Grand Indonesia Ballroom. Jakarta, 14 September 2018. TEMPO/Candrika Radita Putri

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani meminta pemerintah menggenjot vaksinasi untuk para pelaku pariwisata. Pasalnya, ia mengatakan saat ini alokasi vaksin untuk pekerja pariwisata, seperti hotel dan restoran relatif sedikit.

    Hariyadi mengatakan alokasi vaksinasi untuk pelaku sektor pariwisata hanya mencukupi sekitar 92-93 ribu orang. Padahal, PHRI mencatat ada sedikitnya 122 ribu pelaku pariwisata yang perlu divaksinasi.

    "Di DKI saja 37 ribu. Ini kami mohon bisa dibantu agar segera kita selesaikan," ujar Hariyadi dalam Rapat Kerja PHRI, Kamis, 18 Maret 2021.

    Ia pun mengingatkan perlunya vaksinasi untuk sektor penerbangan. Pasalnya, mereka berinteraksi langsung dengan publik.

    Hariyadi lalu mencontohkan bagaimana rumit dan mendesaknya kebutuhan vaksinasi di industri penerbangan. "Yang repot justru yang airlines. Kalau hotel terpapar, owner-nya bisa bersih-bersih kamar," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H