Hari Libur Isra Miraj, Jasa Marga: 296.374 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan melintas menuju arah Jakarta di Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 3 Januari 2021. Angka prediksi tersebut merupakan kumulatif lalin yang diperkirakan menuju Jakarta di beberapa Gerbang Tol utama. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kendaraan melintas menuju arah Jakarta di Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Ahad, 3 Januari 2021. Angka prediksi tersebut merupakan kumulatif lalin yang diperkirakan menuju Jakarta di beberapa Gerbang Tol utama. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada hari libur Isra Miraj yang jatuh pada Kamis, 11 Maret 2021, tercatat sebanyak 296.374 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek melalui sejumlah gerbang jalan tol. Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Dwimawan Heru.

    Dwimawan menyebutkan, angka itu merupakan kumulatif arus lalu lintas dari sejumlah gerbang tol (GT) utama. Beberpa gerbang tol utama yang dimaksud meliputi GT Cikupa (arah barat), GT Ciawi (arah selatan), dan GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama (arah timur).

    "Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini naik 16,72 persen jika dibandingkan normal," ujar Dwimawan dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Maret 2021.

    Adapun lalu lintas meninggalkan Jakarta dari ketiga arah mayoritas sebanyak 138.843 atau 46,85 persen kendaraan menuju arah timur, 92.157 atau 31,09 persen kendaraan menuju arah barat, dan 65.347 atau 22,06 persen kendaraan menuju arah Selatan.

    Sementara rincian distribusi lalu lintas menuju arah timur, antara lain di GT Cikampek Utama 1, dengan jumlah 75.043 kendaraan meninggalkan Jakarta, naik sebesar 31,93 persen dari lalu lintas normal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.