Hikmah Isra Miraj Menurut Sri Mulyani dan Erick Thohir

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Djakarta Theater, Ahad, 22 Desember 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Dari kiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Djakarta Theater, Ahad, 22 Desember 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan peringatan Isra Miraj memberi hikmah bahwa di setiap kesulitan, maka akan datang kemudahan dari Yang Maha Kuasa.

    "Dengan demikian, sudah seharusnya setiap ujian hidup akan meningkatkan keimanan kita," kata Sri Mulyani dalam akun Instagramnya, Kamis, 11 Maret 2021.

    Sri Mulyani mengatakan Isra Miraj diriwayatkan sebagai peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Baitul Maqdis (Palestina), lalu langsung naik menuju langit ketujuh dan sidratul muntaha, hingga mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk mendirikan salat lima waktu.

    Logika belaka, kata dia, akan menganggap peristiwa ini tidak masuk akal. Namun justru peristiwa ini menjadi ujian bahwa umat muslim beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Dia menilai sudah seharusnya setiap ujian hidup akan meningkatkan keimanan.

    Dia juga mengatakan di kala masih berjuang memulihkan kesehatan rakyat dan ekonomi negara hari ini, ikhtiar terbaik dan doa yang diikuti perbuatan terpuji sebagai makhluk ciptaan atau hamba-Nya lah.

    "Insya Allah akan meningkatkan keimanan dan memberikan kekuatan kita untuk berjuang keluar dari segala kesulitan yang dihadapi Indonesia," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.