Evakuasi Batik Air Pagi Ini, Angkasa Pura Jambi Harap Penerbangan Normal Lagi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maskapai penerbangan Batik Air mendatangkan satu unit armada baru jenis Airbus A320 Neo pada hari ini, Kamis, 6 Februari 2020 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Rencananya, sepanjang 2020, Batik Air akan mendatangkan lima pesawat Airbus dengan rincian tiga pesawat A320 Neo dan dua lainnya A321 Neo. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Maskapai penerbangan Batik Air mendatangkan satu unit armada baru jenis Airbus A320 Neo pada hari ini, Kamis, 6 Februari 2020 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Rencananya, sepanjang 2020, Batik Air akan mendatangkan lima pesawat Airbus dengan rincian tiga pesawat A320 Neo dan dua lainnya A321 Neo. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen PT Angkasa Pura II Bandara Sulthan Thaha Jambi menargetkan pemindahan pesawat Batik Air PK-LUT dari landasan pacu bandara itu tuntas pada Minggu pagi sehingga penerbangan reguler bisa kembali normal.

    "Kami harapkan pemindahan pesawat itu ke apron bisa dilakukan Minggu pagi. Sehingga diharapkan jadwal penerbangan besok (hari ini) bisa kembali normal," kata Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Sulthan Thaha Jambi Indra Gunawan di Jambi, Sabtu, 7 Maret 2021.

    Baca Juga: Lima Jadwal Penerbangan Maskapai Ditunda Akibat Insiden Batik Air di Jambi

    Menurut Indra, proses evakuasi pesawat dilakukan oleh tim mekanik dari perusahaan maskapai penerbangan dan tim bandara.

    Hingga Sabtu malam, posisi pesawat berbadan lebar tersebut masih berada di tengah landasan pacu bandara."Menunggu 'sparepart' dan alat yang dikirim dari Batam. Dikirim menggunakan pesawat ATR dengan jadwal malam ini pukul 00.00 WIB bertolak dari Batam," katanya.

    Sementara itu, pada sore dan malam hari di kawasan Kota Jambi dan sekitarnya diguyur hujan cukup lebat. Namun Indra Gunawan berharap pada saat proses perbaikan dan evakuasi sudah reda.

    Pesawat itu terpaksa kembali melakukan pendaratan di bandara pemberangkatan, Bandara Sulthan Thaha Jambi karena mengalami kendala pada roda depan pesawat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.