Lima Jadwal Penerbangan Maskapai Ditunda Akibat Insiden Batik Air di Jambi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maskapai penerbangan Batik Air mendatangkan satu unit armada baru jenis Airbus A320 Neo pada hari ini, Kamis, 6 Februari 2020 di Banndara Internasional Soekarno-Hatta. Armada hemat energi tersebut merupakan pesawat ke-56 milik Batik Air. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Maskapai penerbangan Batik Air mendatangkan satu unit armada baru jenis Airbus A320 Neo pada hari ini, Kamis, 6 Februari 2020 di Banndara Internasional Soekarno-Hatta. Armada hemat energi tersebut merupakan pesawat ke-56 milik Batik Air. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, JakartaPesawat Batik Air PK-LUT Jambi-Jakarta yang mengalami gangguan teknis sehingga harus kembali mendarat di Bandara Sulthan Thaha Jambi pada Sabtu malam 6 Maret 2021. Hingga pukul 20.15 WIB, pesawat tersebut masih berada di tengah landasan pacu bandara itu.

    "Hingga malam ini pukul 19.30 WIB pesawat Batik Air PK-LUT itu masih ada di landasan pacu, posisinya di tengah-tengah, kami berusaha untuk memindahkannya malam ini," kata Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Sulthan Thaha Jambi Indra Gunawan ketika dihubungi ANTARA, Sabtu 6 Maret 2021.

    Ia menyebutkan bahwa pesawat itu mengalami kendala pada bagian roda pendaratan. Akibat insiden itu, Bandara Sulthan Thaha Jambi ditutup karena posisi pesawat yang mengalami insiden berada di tengah landasan pacu.

    "Bandara kita 'open' (buka) untuk kepentingan evakuasi saja," katanya.

    Menurut Indra, untuk memindahkan pesawat masih menunggu alat yang akan dibawa pesawat ATR dari Batam untuk selanjutnya mengupayakan pesawat berbadan lebar itu bisa dipindahkan ke bagian apron di Bandara Jambi. 

    Akibat kejadian tersebut, lima jadwal maskapai penerbangan terganggu dan ditunda, yakni Citilink Jakarta-Jambi PP, Batik Air Jakarta Jambi PP serta Lion Air Jakarta Jambi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.