Luhut Sebut Perusahaan Dubai dan Maspion Akan Bangun Pelabuhan Peti Kemas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Panjaitan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Luhut Binsar Panjaitan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan perusahaan Dubai Ports World atau DP World telah menjalin kerja sama dengan PT Maspion Indonesia. Kerja sama untuk pembangunan pelabuhan peti kemas di Jawa Timur itu diteken dalam acara Business Forum Indonesia Emirates Amazing Weeks.

    Luhut mengatakan proyek ini akan membantu Indonesia menekan persentase ongkos logistik pengiriman barang baik ekspor maupun impor. “DP World sudah kasih tahu akan membantu kita meminimalisasi cost (ongkos logistik),” ujar Luhut dalam konferensi pers yang digelar secara virutal pada Jumat, 5 Maret 2021.

    Kerja sama ini berbentuk joint venture atau usaha patungan dengan nilai investasi sebesar US$ 1,2 miliar atau setara Rp 16,8 triliun (kurs Rp 14 ribu). Luhut meyakini kerja sama ini akan berjalan karena DP World telah memiliki kiprah di bidang logistik.

    Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail menyebutkan kerja sama DP World dan PT Maspion Indonesia merupakan tahap awal. Ia berharap kerja sama akan berjalan sampai proyek benar-benar terealisasi.

    “Kami akan pastikan sampai ke garis finish,” katanya.

    Proyek pembangunan pelabuhan peti kemas di Jawa Timur ditargetkan rampung pada 2022 dan segera dapat beroperasi. Pelabuhan ini digadang-gadang mampu menampung 3 juta kontainer dengan luas terminal 100 hektare kawasan industri.

    Selain DP World dan Maspion, seperti diungkap Luhut, UEA menjalin kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang industri, termasuk pertahanan hingga kilang minyak. MoU bisnis antara Indonesia dan UEA diteken oleh Pindad dengan Caracal, Pertamina dengan Adnoc, dan Lulu Lease Agreement.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | BISNIS

    Baca juga: Luhut Turun Tangan Tangani Pelabuhan Kulonprogo yang Tak Selesai Sejak 2004

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.