Jokowi Gaungkan Benci Produk Luar Negeri, Ikappi: Ini yang Kami Tunggu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta pameran membuat batik tulis pada pameran Katumbiri Expo 2015 di Jakarta Convention Center, 10 Desember 2015. Pameran diikuti oleh 250 peserta yang berasal dari UMKM matang serta yang masih merintis. TEMPO/Tony Hartawan

    Peserta pameran membuat batik tulis pada pameran Katumbiri Expo 2015 di Jakarta Convention Center, 10 Desember 2015. Pameran diikuti oleh 250 peserta yang berasal dari UMKM matang serta yang masih merintis. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia merespons baik pernyataan Presiden Jokowi ihwal menggaungkan cinta produk Indonesia dan membenci produk impor.

    "Ini yang kami tunggu setelah 10 tahun kami menggelorakan gerakan 'ayo kembali belanja ke pasar tradisional' untuk mengajak belanja ke warung rumahan, mencintai produk dalam negeri, dan produk-produk umkm sendiri," ujar Ketua Bidang Organisasi DPP IKAPPI Muhammad Ainun Najib dalam keterangan tertulis, Kamis, 4 Maret 2021.

    Ainun mengatakan seruan itu adalah pernyataan yang positif. Ia berharap di masa pandemi ini, ajakan Jokowi tersebut mendapat respons dari publik untuk kembali berdiri di kaki sendiri. Caranya, dengan meningkatkan produk-produk dalam negeri buatan UMKM dan terus menggelorakan gerakan kembali belanja ke pasar tradisional.

    Dengan adanya tekanan akibat pandemi, kata Ainun, rode perekonomian harus digerakkan salah satunya dengan membeli produk-produk dalam negeri. Apalagi, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar.

    "Maka kita harus mengubah strategi untuk kembali mencintai produk kita sendiri," ujar dia. "Masyarakat kita juga harus kembali sadar bahwa produk dalam negeri jauh lebih berkualitas di banding produk luar negeri, ini momentum berbenah."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.