Ahok Buka Peluang Kerja Sama Pertamina-Pesantren, Apa Respons PBNU?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 25 November 2019. Kehadiran Ahok di Kementerian BUMN untuk menerima surat keputusan (SK) menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). ANTARA

    Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 25 November 2019. Kehadiran Ahok di Kementerian BUMN untuk menerima surat keputusan (SK) menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini berharap kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dan pesantren di bawah organisasinya bisa benar-benar direalisasikan. Peluang kerja sama ini sebelumnya disampaikan oleh Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

    "Follow up (kerja sama) ini yang paling penting," kata Helmy saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 2 Maret 2021.

    Sebelumnya, peluang kerja sama ini diungkapkan Ahok dalam acara Milad 9 Tahun Pesantren Motivasi Indonesia yang berada di bawah naungan NU. Menurut dia, kerja sama bisa dimulai lewat jaringan ritel SPBU Mini bernama Pertashop milik Pertamina yang tersebar di berbagai daerah.

    "Yang paling ingin saya lakukan sebetulnya adalah pusat uji produk pak kyai," kata Ahok dalam acara yang digelar secara virtual pada Ahad, 28 Februari 2021. Helmy ikut hadir dalam acara ini.

    Ahok melanjutkan, dalam proses produksi sebuah produk seperti sabun, makanan, sikat gigi, pasti akan melewati proses uji coba. "Rasanya gimana nih?" kata dia.

    Untuk melakukan hal tersebut, sebuah perusahaan membutuhkan jaringan distribusi yang bisa menyebarkan produk mereka untuk diuji coba ke masyarakat. Tapi, tidak semua perusahaan memiliki kemampuan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.