Kekerasan di Kantor Jayapura, Bea Cukai Copot Sementara Jabatan Pegawainya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pemukulan. shutterstock.com

    Ilustrasi Pemukulan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta – Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan menindak tegas seorang pegawainya yang melakukan kekerasan fisik terhadap staf baru di lingkungan Kantor Bea Cukai Jayapura. Pegawai tersebut dibebaskan sementara dari jabatannya untuk kelancaran pemeriksaan.

    “Perlu ditegaskan, Bea Cukai tidak mentoleransir cara-cara yang tidak sesuai dengan aturan dan prosedur-prosedur kepegawaian,“ tutur Direktur Kepabean Internasional dan Antar-lembaga Ditjen Bea Cukai Syarif Hidayat saat dihubungi Tempo, Selasa, 2 Maret 2021.

    Kabar adanya kekerasan fisik yang dilakukan seorang pegawai kantor wilayah Bea Cukai beredar di media sosial Twitter yang dibagikan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, Misbakhun, melalui akun @MMisbakhun. Dalam tayangan rekaman CCTV berdurasi 33 detik, pegawai dengan seragam Bea Cukai terlihat memukul perut koleganya di lingkungan kantor.

    Syarif menjelaskan peristiwa tersebut terjadi saat Bea Cukai Jaya Pura melakukan pembinaan kedisiplinan terhadap pegawai baru. Bea Cukai telah menerbitkan surat investigasi untuk menyelidiki tindakan kekerasan pegawai itu pada 26 Februari.

    Untuk keperluan investigasi, Direktur Kepaturan Internal pun memanggil Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura pada Senin, 1 Maret. Hasil investigasi menunjukkan telah terjadi perilaku berlebihan terhadap pegawai-pegawai baru pada saat pembinaan kedisiplinan berlangsung. “Terhadap para pegawai yang mengalami tindakan fisik telah diberikan penguatan mental dan perlindungan yang langsung ditangani oleh KaKanwil Bea Cukai Papua,“ kata Syarif.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

    Baca: Bea Cukai Cek Dugaan Pegawainya Lakukan Kekerasan Fisik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.