Harga Emas Diprediksi Masih Loyo Pekan Depan, Kapan Waktu Tepat Membeli?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembuatan cicin emas di Cikini, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja menyelesaikan pembuatan cicin emas di Cikini, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaHarga emas diprediksi masih akan loyo pada perdagangan pekan depan. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan harga emas bisa terkoreksi hingga menyentuh level US$ 1.700 per troy ons di pasar spot.

    “Kemarin harga emas sudah US$ 1.706 dan mendekati US$ 1.700. Besok bisa ke level lebih rendah, US$ 1.700 ini akan sangat tercapai,” ujar Ibrahim saat dihubungi Tempo, Minggu, 28 Februari 2021.

    Baca Juga: Harga Emas Batangan 24 Karat Antam Hari Ini Stagnan

    Fluktuasi harga emas terpengaruh oleh vaksinasi yang sudah berjalan di beberapa negara. Pada saat yang sama, Eropa kembali membuka perbatasannya dan menarik kebijakan lockdown atau pembatasan ketat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ekonomi dunia akan mulai pulih.

    Ibrahim mengatakan situasi ini memprihatinkan bagi investor logam mulia. Emas yang selama pandemi dianggap sebagai instrumen “safe haven” atau investasi yang aman terus mengalami penurunan harga seiring dengan pemulihan ekonomi.  

    Sentimen negatif terhadap emas diperkirakan masih akan terus berlanjut sampai menyentuh level terendahnya di US$ 1.600 per troy ons atau Rp 875 ribu per gram dengan kisaran nilai tukar Rp 13.500 per dolar Amerika. Harga emas akan melemah bahkan setelah Presiden Amerika Serikat merealisasikan stimulusnya.

    “Rupanya stimulus yang akan dikeluarkan Amerika belum bisa mengangkat sentimen positif emas. Setelah stimulus cair, tak akan bertahan lama, harga (emas) akan kembali jatuh,” kata Ibrahim.

    Ibrahim memperkirakan harga emas akan sulit kembali menguat ke level kejayaannya di US$ 1.900 per troy ons. Pada saat-saat seperti ini, ia menyarankan pemilik logam mulia untuk menahan menjualnya karena akan rugi.

    Sedangkan bagi masyarakat yang ingin membeli emas, ia menyarankan transaksi dilakukan saat emas berada di level US$ 1.600. “Namun kalau masyarakat mau mengoleksi emas, itu harus investasi jangka panjang 5-10 tahun. Kalau jangka pendek belum akan untung,” ujar Ibrahim.

    Harga emas Antam yang diperdagangkan di situs logam mulia pada hari ini stagnan di level RP 917 ribu per gram. Harga emas turun Rp 5.000 dari posisi dua hari lalu. Harga emas pernah mencapai level tertinggi menembus Rp 1 juta per gram pada 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.