Bursa Perdagangan Bitcoin Cs Meluncur Bulan Depan, Begini Kata Bappebti

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebelumnya, CEO perusahaan tersebut Elon Musk juga mendorong aksi pembelian Bitcoin dengan membuat hastag Bitcoin di profil Twitternya. Aksi tersebut meningkatkan harga Bitcoin pada pekan lalu. Di mana sebelumnya, harga Bitcoin sempat stagnan sekitar Rp 500 juta. REUTERS/Dado Ruvic

    Sebelumnya, CEO perusahaan tersebut Elon Musk juga mendorong aksi pembelian Bitcoin dengan membuat hastag Bitcoin di profil Twitternya. Aksi tersebut meningkatkan harga Bitcoin pada pekan lalu. Di mana sebelumnya, harga Bitcoin sempat stagnan sekitar Rp 500 juta. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka (Bappebti) Kementerian Perdagangan membenarkan rencana peluncuran Bursa Perdagangan Aset Kripto di tanah air oleh Digital Future Exchange (DFX). Nantinya, bursa ini akan menaungi perdagangan aset kripto seperti Bitcoin cs yang tengah naik daun.

    "Kami sudah minta untuk segera disiapkan dokumen persyaratannya," kata Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Sahudi saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 28 Februari 2021.

    Kabar pendirian bursa perdagangan aset kripto, seperti bitcoin, ini sebelumnya disampaikan oleh Jakarta Future Exchange (JFX), bursa berjangka pertama di Indonesia. Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang mengatakan pihaknya tertarik menjalin kerja sama dengan DFX untuk membentuk bursa perdagangan aset kripto di Tanah Air.

    DFX ini didirikan oleh sejumlah pedagang aset kripto yang telah terdaftar di Bappebti seperti Upbit, Indodax, Zipmex, dan Pintu. Stephanus pun menyebut rencana peluncuran bursa ini pun sudah hampir menuju final dan diharapkan rampung Maret 2021.

    “DFX nanti akan jadi bursa khusus perdagangan aset kripto, kami JFX ikut kolaborasi di situ, dan Kliring Berjangka Indonesia akan jadi perusahaan kliringnya,” ujar Stephanus kepada Bisnis, Jumat, 26 Februari 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.