Kemenkes Klaim Vaksin Drive Thru di Bali Pertama di ASEAN

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengemudi ojek daring melakukan registrasi sebelum mendapatkan vaksin COVID-19 Sinovac saat vaksinasi masal gratis di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) di Nusa Dua, Bali, Sabtu 27 Februari 2021. Vaksinasi yang digelar selama lima hari bagi para pelaku pariwisata dan pekerja transportasi tersebut merupakan upaya persiapan pembukaan pariwisata mancanegara dengan konsep

    Seorang pengemudi ojek daring melakukan registrasi sebelum mendapatkan vaksin COVID-19 Sinovac saat vaksinasi masal gratis di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) di Nusa Dua, Bali, Sabtu 27 Februari 2021. Vaksinasi yang digelar selama lima hari bagi para pelaku pariwisata dan pekerja transportasi tersebut merupakan upaya persiapan pembukaan pariwisata mancanegara dengan konsep "free covid corridor" di Bali. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng Grab Indonesia dan Good Doctor melaksanakan program vaksinasi tahap II di Bali. Vaksinasi ini dilakukan dengan mekanisme drive thru dan walk in yang diklaim menjadi yang pertama di ASEAN.

    Grab dan Good Doctor menjadi mitra pertama Kemenkes untuk melakukan (vaksinasi secara) drive thru. Saya berharap gerakan vaksinasi Indonesia bisa terbangun dengan kemitraan-kemitraan,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam tayangan virtual, Ahad, 28 Februari 2021.

    Vaksin tahap kedua di Bali menjangkau pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata, penduduk lanjut usia atau lansia, hingga sopir ojek online alias ojol. Budi Gunadi mengatakan vaksin tahap II diberikan bagi pekerja publik yang sehari-hari berhadapan dengan banyak orang.

    Adapun secara nasional, terdapat 38,5 juta orang yang harus divaksin pada tahap kedua dengan jumlah 77 juta dosis. Vaksin tahap kedua ditargetkan selesai pada Juni dan digadang-gadang bakal mempercepat pemulihan kegiatan serta menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity.

    Budi Gunadi menilai gerakan vaksinasi harus memperoleh dukungan dari pelbagai pihak seperti pemerintah daerah, swasta, dan kelompok dengan beragam latar belakang di Indonesia. Semakin banyak mitra yang berpartisipasi, tujuan mencapai herd immunity tersebut akan cepat terlaksana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.