Purbalingga Siapkan Sarana Pendukung Bandara Jenderal Besar Soedirman

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah), menyimak pemaparan pengembangan Bandara Jenderal Besar Soedirman. saat meninjau lokasi di Purbalingga, Jawa Tengah, 23 April 2018. Rencananya, pembangunan bandara, khususnya perluasan landasan pacu (runway) ini akan dilakukan dalam dua tahap. Foto : Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo (tengah), menyimak pemaparan pengembangan Bandara Jenderal Besar Soedirman. saat meninjau lokasi di Purbalingga, Jawa Tengah, 23 April 2018. Rencananya, pembangunan bandara, khususnya perluasan landasan pacu (runway) ini akan dilakukan dalam dua tahap. Foto : Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menyiapkan sarana dan prasarana pendukung menjelang pengoperasian Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) pada 22 April 2021.

    "Pemkab Purbalingga saat ini sedang mengejar untuk persiapan sarana dan prasananya seperti kebutuhan listrik, air bersih, dan jaringan internet atau komunikasi," kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi di Purbalingga, Sabtu, 27 Februari 2021.

    Hal itu disampaikan Dyah usai bertemu Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin guna membahas persiapan operasional Bandara Jenderal Besar Soedirman.

    Dyah sudah menginstruksikan Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga untuk membuat rambu lalu lintas. "Saya meminta rambu lalu lintas ini segera dibuat dalam waktu dekat," katanya.

    Dia menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait permohonan agar pemerintah provinsi memfasilitasi Trans-Jateng menuju Bandara Jenderal Besar Soedirman.

    Selain itu, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berencana menyosialisasikan secara gencar mengenai kesiapan operasional Bandara Jenderal Besar Soedirman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.