Cerita Nasabah Bumiputera: Asuransi Pendidikan 80 Juta Tak Cair, Repot Bayar SPP

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah AJB Bumiputera 1912 mendatangi Wisma Bumiputera, Jakarta Pusat, untuk menagih janji pencairan klaim. Kamis, 3 Desember 2020. Tempo/Caesar Akbar

    Nasabah AJB Bumiputera 1912 mendatangi Wisma Bumiputera, Jakarta Pusat, untuk menagih janji pencairan klaim. Kamis, 3 Desember 2020. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pemegang polis PT Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, Juneti bercerita bagaimana dirinya kesulitan membayar biaya sekolah karena klaim asuransi pendidikannya tak kunjung cair. Ia memegang dua polis asuransi pendidikan dengan total nilai Rp 80 juta.

    "Polis pendidikan saya ada dua, yang satu Rp 29 juta dan satunya lagi Rp 51 juta," ujar Juneti saat ditemui di gedung Wisma Mulia 2, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Februari 2021.

    Ibu rumah tangga berusia 59 tahun ini berkisah, dana asuransi itu sedianya digadang-gadang untuk uang sekolah kedua anaknya yang masing-masih tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan sekolah menengah atas atau SMA. Asuransi senilai Rp 51 juta, kata Juneti, dicadangkan untuk pendidikan anaknya yang saat ini duduk di bangku semester akhir universitas.

    Semestinya, kata dia, uang kuliah tersebut cair sejak anaknya masuk kuliah pada 2018 lalu. Juneti telah memutus kontrak polis asuransi senilai Rp 51 juta lantaran tak sanggup lagi membayar.

    Sedangkan asuransi senilai Rp 29 juta lainnya disiapkan untuk anaknya yang saat ini kelas II SMA. Juneti was-was asuransinya tak kunjung cair bila anaknya masuk ke universitas setahun mendatang. "Harusnya selesai pendidikan, semua dana keluar," ucap pensiunan pegawai asal Bogor tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.