Nasabah Bumiputera Kembali Demo Tuntut Pencairan Klaim

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah AJB Bumiputera 1912 mendatangi Wisma Bumiputera, Jakarta Pusat, untuk menagih janji pencairan klaim. Kamis, 3 Desember 2020. Tempo/Caesar Akbar

    Nasabah AJB Bumiputera 1912 mendatangi Wisma Bumiputera, Jakarta Pusat, untuk menagih janji pencairan klaim. Kamis, 3 Desember 2020. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemegang polis PT Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 kembali berdemo menuntut pencairan klaim pada Rabu, 24 Februari 2021. Salah satu koordinator aksi, Syakur Usman, mengatakan aksi digelar pukul 09.30 WIB di Wisma Mulia 2, Jakarta Selatan.

    "Ada seratus orang yang terlibat (aksi)," ujar Syakur kepada Tempo, Rabu, 23 Februari.

    Pantauan Tempo, para nasabah Bumiputera berkumpul di Masjid Jami Arrohnah, Kuningan, sejak pukul 09.00 WIB. Pemegang polis ini mengenakan kaus berwarna biru bertuliskan "Korban Asuransi Bumiputera". Beberapa di antaranya terlihat membagikan masker dan perlengkapan pelindung lainnya. 

    Sembari mempersiapkan aksi, sejumlah orang membuka gulungan spanduk kertas bertuliskan tuntutan-tuntutan mereka terhadap perusahaan asuransi. Aksi ini merupakan lanjutan setelah para nasabah menemui bos Bumiputera pada Agustus lalu.

    Asuransi Jiwa Bersama atau AJB Bumiputera 1912 tercatat memiliki utang klaim hingga Rp 12 triliun pada akhir 2020. Angka ini lebih besar dari perkiraan awal senilai Rp 9,6 triliun. Jumlah utang klaim pun terus meningkat ketimbang akhir 2019 yang sebesar Rp 5,3 triliun.

    Manajemen menolak sebutan gagal bayar bagi perusahaan dan mengklaimnya sebagai outstanding claim. Ketua Badan Perwakilan Anggota (BPA) Bumiputera Nurhasanah menyatakan Bumiputera menghadapi persoalan pokok terkait klaim.

    "Kita mungkin sepakat semua, baik rekan dewan komisaris, direksi, kepala unit, dan seluruh wilayah bahwa kita tetap menyebutnya dengan outstanding claim, tidak dengan gagal bayar. Ini kesepakatan dulu," ujar Ketua BPA Bumiputera Nurhasanah, 16 Februari lalu seperti dikutip dari Bisnis.

    Baca Juga: MK Menangkan Gugatan BPA Bumiputera, Ini UU yang Harus Dibuat Pemerintah

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.