Dilantik Jokowi, Ini 4 Fokus Direktur Utama BPJS Kesehatan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Joko Widodo (tengah) bersama wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti (kanan) saat Direktur PT BPJS  Fachmi Idris (kiri) saat peluncuran Jaminan Kesehatan Nasional di RS Fatmawati, Jakarta (01/01). TEMPO/Dasril Roszandi

    Gubernur DKI Joko Widodo (tengah) bersama wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti (kanan) saat Direktur PT BPJS Fachmi Idris (kiri) saat peluncuran Jaminan Kesehatan Nasional di RS Fatmawati, Jakarta (01/01). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo alias Jokowi resmi melantik Ali Ghufron Mukti sebagai Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan. Bersama Ali, tujuh anggota direksi lainnya, yakni Andi Afdal, Arief Witjaksono Juwono Putro, David Bangun, Edwin Aristiawan, Lily Kresnowati, Mahlil Ruby, dan Mundiharno turut ditabalkan.

    Ali mengatakan di masa kepemimpinannya, BPJS Kesehatan akan berfokus pada empat target utama. Pertama, Ali Ghufron Mukti ingin meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh peserta BPJS Kesehatan melalui pengembangan teknologi.

    Baca Juga: Terpopuler Bisnis: Kesalahan Puluhan Tahun Versi Luhut dan Sandiaga Borong Kopi

    “Kami ingin meningkatkan dan fokus kepada kualitas layanan sehingga kualitas akan meningkat keseluruhan customer journey akan kita tingkatkan dengan inovasi teknologi interface sistem informasi sehingga antrean tidak lagi sekitar enam jam, tapi bisa lebih cepat,” katanya dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 22 Februari 2021.

    Fokus kedua, Ali akan meningkatkan kepesertaan. BPJS Kesehatan pada masa mendatang ditargetkan menjangkau masyarakat lebih luas. Per 31 Desember 2020 lalu, program jaminan kesehatan yang diselenggarakan BPJS Kesehatan telah mencakup 222,5 juta orang warga.

    Sementara itu ketiga, Ali ingin BPJS Kesehatan memiliki keterikatan dan keterlibatan dengan semua pihak, baik dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah asosiasi, pengamat, hingga perguruan tinggi. “Terakhir kami ingin meningkatkan sustainabilitas dari sistem jaminan ini dengan dana yang cukup,” ujarnya.

    Ali mengatakan jajarannya akan memperbaiki pengelolaan BPJS Kesehatan untuk menyelesaikan masalah defisit. “Yang kemarin sudah disampaikan ada surplus sekitar Rp 18 triliun, tapi di saat yang sama dari sisi laporan net asset kita masih defisit sekitar Rp 7 triliun, karena itu akan kita tingkatkan pengelolaan dengan lebih baik,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.