Rekam Jejak Dirut Anyar BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemenristek Ali Ghufron Mukti (kiri) menunjukkan cara kerja alat deteksi dini COVID-19 bernama GeNose C19 pada monitor komputer di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021. GeNose C19 tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara masif oleh seluruh masyarakat Indonesia guna mendeteksi COVID-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemenristek Ali Ghufron Mukti (kiri) menunjukkan cara kerja alat deteksi dini COVID-19 bernama GeNose C19 pada monitor komputer di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021. GeNose C19 tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara masif oleh seluruh masyarakat Indonesia guna mendeteksi COVID-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengangkat Ali Ghufron Mukti menjadi Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan periode 2021-2026, menggantikan Fachmi Idris. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 37/P Tahun 2021.

    "Betul, sesuai dengan Keppres,"ujar Kepala Humas BPJS Kesehatan Muhammad Iqbal Anas Maruf kepada Tempo, Sabtu, 20 Februari 2021. Keputusan Presiden tersebut mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, yaitu 19 Februari 2021.

    Dinukil dari laman resmi Universitas Gadjah Mada, Ali Ghufron Mukti kini menjabat sebagai Direktur Jenderal di Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi. Sebelumnya, ia pernah menjabat Wakil Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Baca Juga: Ali Ghufron Mukti Dirut BPJS Kesehatan 2021-2026, Achmad Yurianto Ketua Dewas

    Kala itu, ia juga sempat menjadi Pejabat Sementara Menteri Kesehatan menggantikan Endang Rahayu Sedyaningsih yang wafat di tahun 2012. Selanjutnya, ia digantikan oleh Nafsiah Mboi menjadi Menkes RI pada tahun yang sama.

    Menurut catatan UGM, Ali Ghufron dikenal karena keterlibatannya terutama di bidang asuransi kesehatan, dan memiliki keahlian di bidang kualitas pelayanan kesehatan, pengobatan keluarga, dan epidemiologi.

    Setelah meraih gelar kedokteran dari Universitas Gadjah Mada, Ali Ghufron meraih gelar masternya di Universitas Mahidol, Bangkok dengan gelar MSc pada tropical hygiene. Setelah menyelesaikan gelar masternya, pada tahun 2000, dia menyelesaikan gelar doktor di bidang kesehatan masyarakat di University of Newcastle, Australia. Sebagai bagian dari sejarah pendidikannya, Prof. Ghufron pernah mendapatkan penghargaan sebagai peneliti dari Brown University.

    Selama karir profesionalnya, Ali Ghufron Mukti tercatat telah menduduki beberapa posisi penting. Beberapa posisi akademik yang sempat diembannya antara lain Dekan Fakultas Kedokteran UGM, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Direktur Jurusan Gadjah Mada Medical Center, dan Direktur Kesehatan Program Pascasarjana Gadjah Mada Bidang Pembiayaan Kesehatan dan Manajemen Asuransi Kesehatan di Fakultas Kesehatan UGM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.