Jadi Co-Chair Koalisi Iklim, Begini Karir Internasional Sri Mulyani

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (Instagram/@smindrawati)

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (Instagram/@smindrawati)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terpilih sebagai Co-Chair dari the Coalition of Finance Ministers for Climate Action atau Koalisi Iklim periode 2021-2023 menggantikan Menteri Keuangan Cile. Pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara yang diikuti oleh para Menteri Keuangan dari 52 negara anggota koalisi.

    Kementerian Keuangan menyatakan hasil pemilihan ini menambahkan eksposur posisi strategis Indonesia di dunia internasional. Sebab sebelumnya, Indonesia juga sudah ditetapkan sebagai Presidensi G20 tahun 2022 dan Chairmanship ASEAN tahun 2023.

    "Hal ini tentunya tidak lepas dari berbagai aksi nyata mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia selama ini”, kata Sri Mulyani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 11 Februari 2021.

    Baca Juga: Sri Mulyani Terpilih jadi Co-Chair Koalisi Menkeu untuk Aksi Perubahan Iklim

    Ini bukanlah jabatan pertama Sri Mulyani di dunia internasional. Tempo mencatat berbagai posisi yang pernah dipegangnya, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

    Direktur Eksekutif IMF

    Sejak 2001 hingga 2002, Sri Mulyani berkarir sebagai pengajar dan profesional di Amerika Serikat. Ia menjadi dosen tamu di Andrew Young School of Policy Studies, Georgia State University hingga konsultan USAID (US Agency for International Development).

    Berbagai karir di Indonesia dan Amerika Serikat inilah yang kemudian mengantarkan Sri Mulyani, pada Oktober 2002, menjadi Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional atau IMF mewakili 12 negara di Asia Tenggara, dari 2002-2004.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.