Usai Bertemu Menperin, Pengusaha Tekstil Sampaikan 9 Pernyataan Sikap

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengatur alur benang di sebuah pabrik kain skala kecil menengah di Desa Rancajigang, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Senin, 9 November 2020. Industri tekstil skala kecil akan semakin terpuruk akibat pandemi dan murahnya harga produk garmen impor. TEMPO/Prima Mulia

    Pekerja mengatur alur benang di sebuah pabrik kain skala kecil menengah di Desa Rancajigang, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Senin, 9 November 2020. Industri tekstil skala kecil akan semakin terpuruk akibat pandemi dan murahnya harga produk garmen impor. TEMPO/Prima Mulia

    4. Meminta pemerintah mengurangi importasi tekstil yang tidak perlu dan prioritas penggunaan bahan baku lokal.

    5. Tidak lagi mengizinkan API-U untuk mengimpor produk tekstil melalui Pusat Logistik berikat (PLB) dan Kawasan Berikat.

    6. Menerapkan safeguard di sektor garmen untuk memulihkan industri lokal yang sedang dihadang banjir produk impor.

    7. Mendorong pengenaan trade remedies lanjutan di 2021.

    8. Mengevaluasi perjanjian dagang yang sudah dilakukan agar memberi manfaat pada industri tekstil lokal.

    9. Meminta perubahan mindest dalam UU Cipta Kerja. Dari kebijakan fasilitas kemudahan impor, menjadi kemudahan untuk pengembangan industri dalam negeri.

    Baca: Banjir APD Impor, Industri Turunkan Kapasitas Produksi hingga 30 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H