Usai Bertemu Menperin, Pengusaha Tekstil Sampaikan 9 Pernyataan Sikap

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengatur alur benang di sebuah pabrik kain skala kecil menengah di Desa Rancajigang, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Senin, 9 November 2020. Industri tekstil skala kecil akan semakin terpuruk akibat pandemi dan murahnya harga produk garmen impor. TEMPO/Prima Mulia

    Pekerja mengatur alur benang di sebuah pabrik kain skala kecil menengah di Desa Rancajigang, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Senin, 9 November 2020. Industri tekstil skala kecil akan semakin terpuruk akibat pandemi dan murahnya harga produk garmen impor. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah asosiasi pengusaha tekstil baru saja melakukan pertemuan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk membahas sejumlah persoalan di industri mereka. Usai pertemuan, mereka pun menyatakan 9 poin pernyataan sikap.

    Salah satunya, mereka meminta ada proses hukum bagi ratusan perusahaan Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) bodong. Termasuk, terhadap pelanggar Angka Pengenal Impotir Umum (API-U).

    "Karena telah membanjiri pasar dengan produk impor yang merusak industri tekstil," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021.

    Berikut 9 pernyataan lengkap sikap dari kalangan pengusaha tekstil tersebut:

    1. Meminta ada proses hukum terhadap ratusan perusahaan yang mengantongi API bodong 

    2. Meminta perluasan penyidikan proses hukum atas kasus impor unprosedural. Mulai dari impor borongan, under name, under invoice (harga dan colume), transhipment, hingga pelarian HS.

    3. Memperkuat integrasi hulu dan hilir untuk mencapai target substitusi impor 35 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.