Sandiaga Temui Sri Mulyani, Bahas Hibah dan Pinjaman Lunak Sektor Parekraf

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berpose didepan awak media saat meninjau progres revitalisasi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 7 Mei 2018. Lapangan Banteng yang mulai direvitalisasi sejak Maret 2017 silam sudah memasuki 98 persen penyelesaian. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berpose didepan awak media saat meninjau progres revitalisasi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 7 Mei 2018. Lapangan Banteng yang mulai direvitalisasi sejak Maret 2017 silam sudah memasuki 98 persen penyelesaian. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sandiaga mengatakan persamuhan itu dilakukan untuk menindaklanjuti diskusi dengan masyarakat ekonomi kreatif dan pemangku kepentingan masyarakat pelaku pariwisata daerah maupun pusat.

    "Hasil dari kunjungan kami dua pekan terakhir, bagaimana kita bisa membantu secara totalitas sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang menjadi mata pencaharian dan memberikan penghidupan bagi 30 juta lebih rakyat Indonesia," ujar Sandiaga selepas rapat, Senin, 11 Januari 2020.

    Baca Juga: Ahok hingga Erick Thohir Sampaikan Duka Atas Korban Kecelakaan Sriwijaya Air

    Salah satu pembahasan dalam pertemuan itu berkaitan dengan anggaran hibah di 2021 dan pinjaman lunak untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Dari pertemuan tersebut, Sandiaga mengatakan bahwa Sri Mulyani memahami aspirasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

    Ia mengatakan ada beberapa pendekatan dalam menyokong para pelaku usaha antara lain pendekatan kebijakan, regulasi, dan pendekatan anggaran.

    "Memang dari hibah pariwisata di 2020 ada sekitar 70 persen yang terserap. Sisanya, karena ada keterbatasan regulasi dan waktu belum bisa terserap dan harapan sektor parekraf agar ini bisa dilanjutkan, diperluas, dan diperbanyak di 2021," ujarnya.

    Di samping membahas dana hibah, Sandiaga dan Sri Mulyani juga membahas mengenai pengembangan lima destinasi super-prioritas. Di 2021, Sandiaga mengatakan ada Rp 7,6 triliun anggaran mengenai proyek tersebut, dengan sebesar Rp 1,6 triliun berada di lingkup Parekraf.

    "Kita harus mampu untuk menghadirkan satu kebijakan dan anggaran yang fast action yang bisa membantu bagaimana lebih mengarah kepada rakyat seperti hibah langsung kepada rakyat," ujar dia.

    Dua menteri itu juga membahas mengenai pengembangan pariwisata berkelanjutan, yaitu pariwisata berbasis kualitas, berbudaya, berkearifan lokal dan mengangkat ekonomi kreatif. Mereka pun menggarisbawahi kemungkinan pengembangan desa pariwisata.

    Terkait pembiayaan, Sandiaga dan Sri Mulyani sepakat bahwa sektor pariwisatan dan ekonomi kreatif ke depannya tak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, namun juga mendorong kerja sama dengan berbagai pihak.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.