Mudik Tahun Baru, Jumlah Kendaraan Meninggalkan Jakarta Turun 2,2 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan mengantre di Gerbang Tol Cikampek Utama 1 di Karawang, Jawa Barat, Rabu, 23 Desember 2020. Arus mudik Natal dan Tahun Baru yang melewati gerbang tol tersebut hingga pukul 19.29 WIB terpantau lancar.  ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Kendaraan mengantre di Gerbang Tol Cikampek Utama 1 di Karawang, Jawa Barat, Rabu, 23 Desember 2020. Arus mudik Natal dan Tahun Baru yang melewati gerbang tol tersebut hingga pukul 19.29 WIB terpantau lancar. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat kendaraan meninggalkan Jakarta selama masa mudik tahun baru mencapai 272.327 unit. Jumlah itu terekam dalam dua hari, yakni 30 hingga 31 Desember 2020.

    "Total volume lalu lintas kumulatif yang meninggalkan Jakarta turun 2,2 persen jika dibandingkan lalu-lintas selama masa new normal," ujar Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru, Jumat, 1 Januari 2020.

    Adapun kendaraan meninggalkan Jakarta tercatat melewati beberapa gerbang tol (GT) atau barrier/utama. Di antaranya GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama untuk kendaraan ke arah timur, GT Cikupa untuk kendaraan ke arah barat, dan GT Ciawi untuk kendaraan ke arah selatan.

    Dwimawan menjelaskan, kendaraan dari arah Jakarta mayoritas menuju ke timur mencapai 131.679 unit. Sedangkan kendaraan ke arah barat sebanyak 83.691 unit dan kendaraan menuju arah selatan sebanyak 56.957 unit.

    Kendaraan ke arah timur melewati GT Cikampek Utama 1 dengan jumlah mencapai 72.273 kendaraan meninggalkan. Sedangkan kendaraan menuju timur melalui GT Kalihurip Utama mencapai 59.406 ke unit.

    Sementara itu, kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah barat melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak sebesar 83.691 kendaraan. Angka ini turun 9,5 persen dari lalu-lintas new normal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.