ADB Sebut Pemulihan Ekonomi Tak Bisa Berlangsung Cepat, Alasannya Ini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang sebelum menaiki transjakarta di Halte Transjakarta Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 18 Desember 2020. Pembatasan jam operasional transportasi itu pun mulai diterapkan hari ini, 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Calon penumpang sebelum menaiki transjakarta di Halte Transjakarta Pasar Senen, Jakarta, Jumat, 18 Desember 2020. Pembatasan jam operasional transportasi itu pun mulai diterapkan hari ini, 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Asian Development Bank (ADB) Bambang Susantono mengatakan hingga tahun depan masyarakat masih akan tetap hidup berdampingan dengan Covid-19 seperti yang dialami pada tahun ini. Menurutnya pemulihan tidak akan berlangsung cepat.

    Berdasarkan skenario ADB upaya pengetatan yang dilakukan sebuah negara selalu berkorelasi dengan pergerakan ekonominya. Menurutnya kurva pemulihan tak akan membentuk seperti huruf V dan dan akan memakan waktu lama untuk kembali ke periode normal. 

    “Ketersediaan vaksin tidak otomatis kita bisa melakukan vaksinasi. Vaksinasi pun tidak serta merta memiliki herd immunity. Yang belum kita tahu juga dan diriset adalah mutasi baru dari Covid-19 sejauh mana vaksin mampu menanggulangi tersebut masih membutuhkan riset yang sekarang berjalan,” ujarnya, Senin 28 Desember 2020.

    Rencana vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam mendorong pergerakan masyarakat akan mendapatkan tantangan dari penyebaran dan mutasi virus Covid-19 jenis terbaru.

    Dia menilai kondisi yang sama masih akan terjadi di sektor transportasi pada tahun depan. Transportasi, masih menjadi tulang punggung bagi pergerakan ekonomi.  

    Bambang menjelaskan dalam kondisi adanya Covid-19 dan tidak ada Covid-19, mobilitas barang dan penumpang tetap harus berlangsung mulai dari skala paling kecil di sektor rumah tangga hingga skala yang lebih besar.

    Pada tahun depan, dia memprediksi terdapat tiga hal yang perlu didefinisikan kembali di sektor ini dengan adanya pandemi Covid-19, di antaranya yakni safety, digitalize, dan green.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.