Selama Pandemi, Sandiaga Uno Sebut Banyak Masyarakat Bali Makan dari Jual Aset

Reporter

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno alias Sandiaga Uno berpose saat serah terima jabatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020. Sandiaga ditunjuk Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno atau Sandiaga Uno mengajak pelaku usaha pariwisata di Bali mendiskusikan kendala yang dihadapi selama pandemi COVID-19, guna merumuskan langkah strategis ke depan.

“Saya ingin mendengar dari para pelaku pariwisata dan pemangku kepentingan mengenai kendala yang dihadapi saat situasi yang penuh tantangan ini yaitu COVID-19,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis, Senin, 28 Desember 2020.

Sandiaga mengerti bahwa seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata mengalami banyak kesulitan. Menurut dia, banyak masyarakat di Provinsi Bali yang kehilangan pekerjaan, mata pencaharian, penghasilan berkurang, dan akhirnya makan dari tabungan.

"Selain itu, masuk sekarang ke periode manset (makan dari jual hasil aset). Oleh karena itu, kita harus pastikan gerak cepat, agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali ini bisa bertahan dengan kebijakan-kebijakan yang penuh dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi,” ujar Sandiaga.

Chairman IINTOA (Indonesia Inbound Tour Operator Association), Paul Edmundus Talo mengatakan beberapa kendala yang dihadapi. Pertama pihaknya sudah 10 bulan tanpa bekerja, hanya mengeluarkan uang, karena sebagian pegawai masih tetap ada, walaupun sebagian telah dirumahkan.

“Pengeluaran jalan terus, sementara pemasukan tidak ada. Oleh karena itu, melalui Deputi Bidang Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Fadjar Hutomo, kami berusaha meminta supaya ada dana hibah pariwisata untuk pelaku pariwisata lainnya seperti biro perjalanan yang mendatangkan wisatawan agar mendapat kesempatan untuk menerima dana hibah,” kata Paul.

Kedua, pihaknya mendambakan agar perbatasan segera di buka agar kegiatan pariwisata kembali aktif. Ia memahami bahwa kebijakan tersebut bukan hanya dari Kemenparekraf saja, tetapi harus bersinergi dengan kementerian/lembaga terkait. "Namun, saya berharap melalui Bapak Menteri bisa memastikan lebih cepat hotel dan restoran, serta industri di sektor ini dapat terbantu dan bangkit lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Paul menjelaskan kendala yang ketiga adalah visa. Pihaknya mendambakan VoA (visa on arrival), contohnya negara yang dekat dengan Indonesia, seperti Thailand dan Malaysia yang langsung membuka perbatasannya, sehingga mendatangkan wisatawan dengan VoAnya. Hal itu dinilainya sangat membantu pelaku usaha pariwisata.

Paul mengatakan pihaknya akan menyelenggarakan lagi event Bali and Beyond Travel Fair, yang merupakan ajang promosi pariwisata terbesar di Indonesia. Event ini menjadi international marketplace yang akan diikuti para buyers di sektor pariwisata dari berbagai negara. Harapannya kegiatan ini dapat meraih peluang untuk mengembangkan kepariwisataan di Indonesia.

Rencananya, kegiatan itu akan berlangsung pada Juni 2021. “Oleh karena itu, kami berharap kesediaan Kemenparekraf untuk mendukung kami dalam melangsungkan event tersebut,” kata Paul.

Terakhir, Paul berharap dapat memperoleh data yang jelas. Ia ingin mengetahui berapa banyak biro perjalanan wisata yang dikeluarkan izinnya secara resmi oleh pemerintah. Karena pihaknya, ingin mengajak biro perjalanan wisata tersebut untuk bekerja sama dengan IINTOA.

Sementara itu, Ketua DPD Putri Bali Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi, Geindah mengatakan bahwa di daerah tujuan wisata (DTW), terkadang pihaknya merasa sedikit termarjinalkan dibanding dengan pelaku usaha hotel dan restoran. Salah satu contohnya bantuan dana hibah hanya ditujukan untuk pelaku hotel dan restoran.

“Padahal kami adalah sarinya dari pariwisata tersebut. Kami sangat menaruh harapan besar terhadap Kemenparekraf untuk mempertimbangkan keseimbangan antara pekerja pariwisata di sektor dan tujuan wisata lainnya,” kata Geindah.

CAESAR AKBAR






World Tourism Day 2022: Bali Jadi Tuan Rumah dan Visi Wisata Berkelanjutan

15 jam lalu

World Tourism Day 2022: Bali Jadi Tuan Rumah dan Visi Wisata Berkelanjutan

Perayaan World Tourism Day 2022 yang berlangsung hari ini di Bali, diikuti oleh 328 peserta secara offline dan 422 peserta secara online.


Minat Wisatawan Asing Melancong ke Indonesia Naik 36 Persen

17 jam lalu

Minat Wisatawan Asing Melancong ke Indonesia Naik 36 Persen

Berdasarkan data Google Destination Insight, minat kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia naik 36 persen pada rentang Juni-Agustus.


Wisata Kesehatan di Bali, Turis Bisa Coba Akupuntur, Prana Hingga Cicip Kuliner Sehat

1 hari lalu

Wisata Kesehatan di Bali, Turis Bisa Coba Akupuntur, Prana Hingga Cicip Kuliner Sehat

Tadirnya layanan kesehatan tradisional bagi wisatawan ini bisa menjadi pilihan wisata kesehatan, termasuk mengenalkan potensi budaya Bali.


UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

4 hari lalu

UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

UNWTO mencatat pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.


Sri Mulyani Beberkan Tantangan Fiskal Setelah Pandemi: Inflasi Memuncak hingga Kenaikan Suku Bunga

5 hari lalu

Sri Mulyani Beberkan Tantangan Fiskal Setelah Pandemi: Inflasi Memuncak hingga Kenaikan Suku Bunga

Sri Mulyani berharap semua penyelenggara negara bisa menjaga APBN dan APBD secara terus bertanggung jawab.


Peraih Opini WTP Makin Banyak, Sri Mulyani: Pencapaian Luar Biasa di Tengah Pandemi

5 hari lalu

Peraih Opini WTP Makin Banyak, Sri Mulyani: Pencapaian Luar Biasa di Tengah Pandemi

Sri Mulyani Indrawati mencatat tahun ini semakin banyak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang mendapatkan opini WTP atas laporan keuangannya.


Sandiaga: Saatnya Tak Lagi Kejar Angka Wisatawan, Tapi Fokus ke Pariwisata Berkelanjutan

6 hari lalu

Sandiaga: Saatnya Tak Lagi Kejar Angka Wisatawan, Tapi Fokus ke Pariwisata Berkelanjutan

Sandiaga menyatakan sudah saatnya Indonesia menerapkan pariwisata berbasis masyarakat, berkelanjutan dan inklusif.


Amankan Presidensi G20, Polri Mengacu Prosedur Pengamanan Internasional

6 hari lalu

Amankan Presidensi G20, Polri Mengacu Prosedur Pengamanan Internasional

Mabes Polri saat berupaya maksimal mengamankan kegiatan Presidensi G20 di Bali pada 7-17 November 2022.


Tidak Hanya Raja Ampat, Papua Barat Memiliki Banyak Wisata Unggulan, Cek Tempatnya

6 hari lalu

Tidak Hanya Raja Ampat, Papua Barat Memiliki Banyak Wisata Unggulan, Cek Tempatnya

Selain Raja Ampat, tidak hanya alamnya yang indah, Papua Barat memiliki banyak tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi. Cek daftarnya.


Batik Lasem dari Rembang Akan Jadi Cinderamata Acara G20

7 hari lalu

Batik Lasem dari Rembang Akan Jadi Cinderamata Acara G20

Batik Lasem yang dibuat dengan pewarna alami sejalan dengan pilar G20, yaitu sustainibility.