Jokowi Sebut 5 Negara Tertarik dengan SWF Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu 23 September 2020. Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu 23 September 2020. Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo mengajak pemimpin dunia untuk bersatu dan bekerja sama dalam menghadapi pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas

    TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan lima negara telah tertarik berpartisipasi dalam pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau Nusantara Investment Authority (NIA). Kelima negara itu adalah Amerika Serikat, Jepang, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Kanada.

    “Dalam situasi pandemi, kita harus mampu bergerak cepat, memperkuat kerja sama, dan sinergi,” ujar Jokowi dalam pembukaan Outlook Ekonomi 2021, Selasa, 22 Desember 2020.

    SWF merupakan lembaga untuk pembiayaan baru yang berbentuk penyertaan modal serta ekuitas. SWF menjadi salah satu kerangka pemulihan ekonomi pasca-pagebluk. Adapun lembaga ini ditargetkan beroperasi pada awal 2021.

    Komponen pertumbuhan ekonomi melalui SWF tidak hanya berasal dari permintaan domestik, tapi juga investasi. Pemerintah Indonesia telah siap menyuntik modal awal Rp 75 triliun untuk pembentukan SWF. SWF diharapkan bisa menarik dana investasi mencapai tiga kali lipat ekuitas atau sebesar US$ 15 miliar (Rp 255 triliun).

    Jokowi menyebutkan, SWF akan membantu menyehatkan perekonomian Indonesia, terutama di sektor infrastruktur dan energi. Jokowi berharap kondisi ekonomi pada 2021 sudah membaik dengan adanya dorongan untuk peningkatan investasi dan pemulihan ekspor serta konsumsi.

    Lebih-lebih, Jokowi mengatakan pada awal 2021, pemerintah sudah akan memberikan vaksin gratis kepada masyarakat. “Dengan vaksinasi ini kita harapkan kepercayaan publik terhadap penanganan Coviod-19 akan muncul dan menimbulkan rasa aman sehingga pemulihan ekonomi berjalan lebih cepat,” tuturnya.

    Baca: Luhut Targetkan 18,6 Juta UMKM Go Digital di Tahun 2022

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.